Minggu, 26 Juli 2009

Air dan Harapan

Tidak ada obat sekuat HARAPAN, saya rasa kalimat tersebut lebih dari cukup untuk kembali memompa semangat kita. Bahwa dengan harapan kita dapat menatap hari esok yang lebih baik, dan bahwa dengan harapan sesuatu yang mustahil masih mungkin untuk terjadi. Maka melangkahlah bersama harapan, Tinggalkan segala bentuk keluh kesah yang hanya membuat kita menghentikan langkah.

Biarkanlah hidup mengalir apa adanya, kalimat tersebut tak begitu asing ditelinga kita. Tapi ada sedikit pemberontakan yang berkelebat dalam benak ini.
Biarkan hidup mengalir seperti air...??
Tapi kenyataannya air tidaklah selamanya mengalir atau bermuara pada tempat yang baik,, namun ada juga air yang mengalir dari tempat yang tidak baik menuju tempat yang jauh lebih baik dari asalnya.
jadi jangan pernah berhenti berharap, kalau sesuatu itu bisa kita buat dan bisa kita usahakan menjadi lebih baik, kenapa tidak dilakukan...?? Ya ga sehhh ^_*
Dengan demikian, mudah-mudahan kita mendapatkan yang terbaik bahkan mungkin akan jauh lebih baik dari apa yang kita bayangkan.

Jumat, 24 Juli 2009

Hemat Kertas Selamatkan dunia


Menghemat dalam pemakaian kertas secara tidak langsung kita menghemat beberapa elemen sekaligus.
Ga percaya..??
Mari kita buktikan dengan berbagai hasil riset yang meyakinkan.

Kertas (paper) telah
menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Hampir seluruh aktifitas keseharian kita membutuhkan kertas, seperti pekerjaan, komunikasi, pendidikan, kesehatan, perbankan, dan lain lain.


Berapa sih sebenarnya nilai kertas dalam sebuah perusahaan? Mari kita coba bermain matematika sedikit berdasarkan fakta dan data yang ada.
Untuk menghitung biaya terkait dengan penggunaan suatu produk, termasuk penggunaan kertas, perhitungan selalunya didasarkan pada tiga aspek biaya, yakni
1. Biaya produksi (productional cost)
yaitu biaya pabrik untuk memproduksi satu unit kertas, yakni sekitar $450/ton atau sekitar Rp 11.000/ rim

2. Biaya lembaga/perusahaan (institutional/company cost)
yaitu harga beli kertas oleh perusahaan ditambah komponen biaya lain untuk pengelolaan satu unit kertas, seperti penyimpanan (storage), pencetakan (printing), penggandaan (copying), daur ulang (recycling), pembuangan (disposal), dan pengiriman (delivery or postage). Studi mutakhir yang diadakan oleh Citigroup dan Aliansi Pelindung Lingkungan (Environmental Defense Alliance) diperoleh kesimpulan bahwa total komponen biaya (institutional cost) ini senilai 31 kali lipat harga beli kertas

3. Biaya lingkungan (environmental cost)
yaitu biaya tidak langsung terhadap dampak lingkungan berkaitan dengan pemakaian kertas seperti; rusaknya hutan dan isinya, polusi, sampah, pemanasan global, longsor, banjir, dan lain sebagainya. Menurut Rainforest Information Center, sebanyak 10 - 17 pohon yang harus ditebang untuk menghasilkan satu ton kertas ukuran koran (atau 8 lembar ukuran kertas A4). Satu ton tersebut cukup untuk mencetak sekitar 7.000 eksemplar koran.
Menurut Indonesian Pulp and Paper Association, sembilan puluh persen konsumsi kertas (tulis dan cetak) di Indonesia disuplai secara domestik dan dalam kurun waktu lima tahun (2000-2004).
Dengan mengambil nilai minimal rata-rata tingkat pertumbuhan konsumsi dan produksi yakni 5% per tahun (sedangkan menurut World Resource Institute untuk Negara berkembang rata-rata sekitar 7% per tahun), maka diperoleh jumlah konsumsi kertas Indonesia di tahun 2006 adalah 5,96 juta ton. Kebutuhan (demand) yang besar inilah yang mungkin menjadi pemicu maraknya kasus pembalakan liar (illegal logging) di Indonesia.

Tingkat konsumsi kertas per kapita didapat dengan membagi total konsumsi kertas dengan jumlah penduduk. Sedangkan konsumsi per angkatan kerja didapat dengan membagi total konsumsi dengan hanya jumlah angkatan kerja, sehingga didapat tingkat konsumsi kertas per pekerja (pegawai).
konsumsi_kertas_per_kapita=
total_konsumsi_kertas/jumlah_penduduk

konsumsi_kertas_per_angkatan_kerja=
total_konsumsi_kertas/jumlah_angkatan_kerja

Dengan menggunakan rumus di atas dan data jumlah penduduk Indonesia tahun 2006 (225 juta), maka akan didapat hasil bahwa konsumsi kertas per kapita tahun 2006 adalah 27 kg. Bandingkan dengan negara-negara lainnya yang sumber daya alamnya terbatas seperti Singapura dengan konsumsi kertas per kapita mencapai 154 kilogram per kapita, Malaysia 115 kilogram, Thailand 40 kg, China 45 kg, Amerika Serikat 301 kg, dan Jepang 242 kg .
Sedangkan bila nilai tabel 1 di atas diasumsikan hanya digunakan oleh para pekerja dan angkatan kerja Indonesia (sebesar 108 juta), maka konsumsi kertas per angkatan kerja (pegawai) Indonesia tahun 2006 adalah 55 kg kertas.

Bila kertas yang digunakan adalah kertas ukuran A4 dengan berat 5gr/lembar, maka konsumsi kertas per kapita adalah 5.400 lembar atau sekitar 15 lembar/hari atau 11 rim/tahun. Misalnya harga rata-rata kertas per rim-nya adalah Rp 30 ribu maka konsumsi kertas per kapita per tahun adalah sekitar Rp 330 ribu.
Sedangkan konsumsi kertas per angkatan kerja adalah 11.000 lembar atau sekitar 30 lembar/hari atau 22 rim/tahun, atau setara dengan Rp 660 ribu per angkatan kerja per tahun.
Berarti biaya perusahaan (company cost) dari 22 rim kertas yang digunakan oleh per angkatan kerja per tahunnya adalah 31 x Rp 318 ribu = Rp 20,46 juta per pegawai. Bayangkan bila satu perusahaan memiliki 100 pegawai, berarti total biaya konsumsi kertasnya sebesar lebih dari Rp 2 Milyar.
Sedangkan biaya lingkungan (environmental cost) dari 55 kg kertas per angkatan kerja Indonesia setara dengan 0.6 ? 0,9 pohon per orang per tahun, berarti setiap tahunnya sekitar 65 ? 97 juta pohon ditebang untuk memenuhi kebutuhan akan kertas para angkatan kerja di Indonesia.

Berapa lembar kertas yang dihasilkan dari sebatang pohon?
mari kita perkirakan dengan hitungan berikut ini :

Ada sebuah lahan yang ditanam pepohonan berkayu keras.Lebarnya 8 kaki, panjangnya 4 kaki,dan tingginya 4 kaki.3 kaki kira-kira sama dengan 1 meter.
Apa saja yang bisa dihasilkan oleh lahan ini?

Ternyata pohon-pohon itu bisa menghasilkan :
1000-2000 pon kertas atau 1/2-1 ton kertas,
atau 942.100 halaman buku,
atau 4.384.000 perangko,
atau 2700 eksemplar koran,
atau...berapa eksemplar lagi halaman majalah kesayangan anda?

Jadi berapa banyak jumlah pohon yang harus ditebang untuk menghasilkan kertas yang ada di seluruh dunia?...Hmmm,silakan anda hitung sendiri...Fantastis bukan?

Memang setiap orang tidak bisa menghemat kertas sebanyak 1 ton. Tetapi kalau setiap orang melakukan penghematan minimal 1 lembar kertas per hari, pasti di seluruh dunia berton-ton kertas yang dapat dihemat bukan?

CARANYA :
- Jangan sembarangan membuang kertas. Periksa dahulu, apakah masih bisa digunakan kembali untuk keperluan lain.

- Kumpulkan sisa-sisa kertas yang benar-benar tidak terpakai, kemudian serahkan atau jual kembali kepada pemulung kertas. Mereka akan mengirimkan kertas bekas tersebut ke tempat daur ulang.

- Edit ketikan di komputer anda sampai pas sesuai dengan keinginan, bila hasil ketikan sudah sempurna., barulah diprint. Bila memungkinkan print hasil kerja anda secara bolak-balik pada selembar kertas.

- Membuat notes kecil dari kumpulan sisa-sisa kertas yang digunting rapi terus distapler. Pakai saja untuk mencatat pesan-pesan telepon yang masuk, atau untuk nota belanja.

- Koran, tabloid dan majalah bekas bisa dipakai lagi untuk bungkus-membungkus, atau alas lemari pakaian anda.

Menghemat kertas berarti kita telah menjaga kelestarian alam. Paru-paru dunia yang dijulukkan pada hutan Indonesia hanya akan tinggal dongeng semata jika kita tidak menjaganya dari sekarang.
Menghemat kertas berarti membiarkan sungai-sungai tetap mengalir dan memberikan kehidupan dari hulu hingga ke muaranya. Menghemat kertas berarti membiarkan alam berfungsi sebagaimana mestinya.

Dan intinya, Menghemat kertas berarti menghemat : POHON, MINYAK, ENERGI LISTRIK DAN AIR.
Kalau kita menghemat 1 ton kertas, berarti kita juga menghemat 13 batang pohon besar, 400 liter minyak, 4100 Kwh listrik dan 31.780 liter air.
Fakta yang luar biasa!


Dikutip dari :
http://www.berpolitik.com/static/myposting/2008/01/myposting_10038.html

http://www.mail-archive.com/airputih@yahoogroups.com/msg00204.html

Kamis, 23 Juli 2009

The PooH

The Pooh
Yups, hal pertama yang ada dalam benak kita pasti tokoh kartun yang super lucu itu. Seberapa lucunya saya tidak bisa banyak kata, karena saya tidak begitu akrab dengan kartun yang satu ini.
The Pooh disini maksudnya adalah "The Power Of HOpe" yang artinya kurang lebih begini "Kekuatan Harapan". Pertama kali ide itu tercetus waktu pulang dari kampus, di baju salah seorang penumpang mikrolet yang juga saya tumpangi ada pin yang bacaannya demikian. "Hmmm... udah gede kok maenNya Kartun", itu yang pertama terlintas di benak ini. Tapi eiitss,,ternyata ada tulisan yang menjelaskan kata The Pooh tersebut. Boleh jugaaa... ^_^

Saat itu, saya juga teringat dengan sebuah kutipan bahwa "Tak ada obat sekuat harapan".
Ya, apapun keadaAn kita selama kita masih bisa berharap maka mudah-mudahan apa yang kita inginkan akan tercapai. Tentunya harapan itu mesti dibarengi dengan usaha, sebab harapan/Doa tanpa usaha itu adalah sia-sia.