Senin, 11 Juni 2012

Rindu Dalam Bayangan

Sekelebat bayang mu buat ku rindu
Senyum mu luruhkan hati yang beku
Sekejap kebersamaan buat ku mengerti
Mungkinkah kau tambatan hati


Kau tahu kapan harus datang
Hingga resah ku sesaat mereda atas hadir mu


 

Motivasi

Seseorang adalah bodoh apabila tidak mempercayai nasihat,
tapi seribu kali lebih bodoh apabila mempercayai semua nasihat -Pribahasa irlandia
 
Taburlah gagasan,tuailah perbuatan.
Taburlah perbuatan, tuailah kebiasaan.
Taburlah kebiasaan, tuilah karakter.
Taburlah karakter,tuailah nasib. -Anonim
 
Mengenal orang lain adalah sebuah kecerdasan,
mengenal diri sendiri adalah kebijaksanaan yang sebenarnya.
Menguasai orang lain adalah sebuah kekuatan,
menguasai diri sendiri adalah kekuasaan yang sebenarnya. -Sun Tzu
 

Sabtu, 09 Juni 2012

Pengertian, Fungsi dan Bentuk Reasuransi


Berasal dari rasa ingin tahu, setelahnya terpikir untuk berbagi :)




PENGERTIAN REASURANSI


Beberapa definisi dari Reasuransi antara lain adalah “Asuransi kembali oleh Penanggung baik seluruh atau sebagian risiko yang telah ditanggungnya kepada Penanggung lain” atau Proses dimana satu penanggung mengatur dengan satu atau beberapa penanggung lainnya membagi risiko dalam reasuransi.




  • Perusahaan yang mereasuransikan risikonya disebut Ceding Company

  • Perusahaan Asuransi yang menerima pertanggungan ulang dari Ceding Company sebut Reasuradur.

  • perjanjian Reasuransi antara Ceding Company dan Reasuradur, yang harus dibuat secara tertulis merupakan perjanjian terpisah dan berdiri sendiri dengan perjanjian antara Tertanggung dan Penanggung.


FUNGSI REASURANSI




  1. Menaikkan kapasitas akseptasi Perusahaan Asuransi

  2. Mendukung stabilitas keuangan perusahaan asuransi.


Dalam prakteknya, apabila Reasuradur yang bersangkutan juga menampung risiko yang banyak pula, perusahaan tersebut dapat melemparkan kembali sebahagian risiko dimaksud dengan perusahaan Reasuransi lain baik didalam ataupun diluar negeri, cara mana disebut Retrosesi, untuk diketahui, Peraturan Pemerintah mengharuskan Perusahaan Asuransi di Indonesia tidak boleh menahan risiko (Retensi Sendiri – Own Retention) melebihi 10 % X Modal sendiri.