Senin, 31 Desember 2012

Beberapa Kutipan Dari Soe Hok Gie

[gallery type="slideshow" ids="4762,4761,4760,4759,4758,4757"]




  • Seorang filsuf Yunani pernah menulis … nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.



  • Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya. Saya merasa seperti monyet tua yang dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja lagi. Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras … diusap oleh angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil … orang-orang seperti kita ini tidak pantas mati di tempat tidur.



  • Akhir-akhir ini saya selalu berpikir, apa gunanya semua yang saya lakukan ini. Saya menulis, melakukan kritik kepada banyak orang … makin lama makin banyak musuh saya dan makin sedikit orang yang mengerti saya. Kritik-kritik saya tidak mengubah keadaan. Jadi, apa sebenarnya yang saya lakukan … Kadang-kadang saya merasa sungguh kesepian.



  • Saya mimpi tentang sebuah dunia, di mana ulama - buruh - dan pemuda, bangkit dan berkata - stop semua kemunafikan, stop semua pembunuhan atas nama apa pun. Tak ada rasa benci pada siapa pun, agama apa pun, dan bangsa apa pun. Dan melupakan perang dan kebencian, dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.



  • Beberapa bulan lagi saya akan pergi dari dunia mahasiswa. Saya meninggalkan dengan hati berat dan tidak tenang. Masih terlalu banyak kaum munafik yang berkuasa. Orang yang pura-pura suci dan mengatasnamakan Tuhan … Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa.



  • Hanya mereka yang berani menuntut haknya, pantas diberikan keadilan. Kalau mahasiswa Indonesia tidak berani menuntut haknya, biarlah mereka ditindas sampai akhir zaman oleh sementara dosen-dosen korup mereka.



  • Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.



  • Yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan adalah dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan…



  • kekuasaan cenderung korup, dan kekuasaan absolut cenderung korupsi



  • Kalau kau tak sanggup menjadi beringin yang tegak dipuncak bukit



  • lebih baik diasingkan/dikucilkan daripada menyerah terhadap kemunafikan



  • “Nobody can see the trouble I see, nobody knows my sorrow." dari Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran



  • “Tapi sekarang aku berpikir sampai di mana seseorang masih tetap wajar, walau ia sendiri tidak mendapatkan apa-apa. seseorang mau berkorban buat sesuatu, katakanlah, ide-ide, agama, politik atau pacarnya. Tapi dapatkah ia berkorban buat tidak apa-apa (Catatan Seorang Demonstran, h. 101)”



  • “Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: 'dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan'. Tanpa itu semua maka kita tidak lebih dari benda. Berbahagialah orang yang masih mempunyai rasa cinta, yang belum sampai kehilangan benda yang paling bernilai itu. Kalau kita telah kehilangan itu maka absurdlah hidup kita” ― Soe Hok Gie, Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran



  • “Dan seorang pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi (Catatan Seorang Demonstran, h. 93)”



  • “Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi “manusia-manusia yang biasa”. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia. ”



  • “Makhluk kecil kembalilah. Dari tiada ke tiada. Berbahagialah dalam ketiadaanmu.” ― Soe Hok Gie, Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran



  • “Saya mimpi tentang sebuah dunia dimana ulama, buruh, dan pemuda bangkit dan berkata, “stop semua kemunafikan ! Stop semua pembunuhan atas nama apapun.. dan para politisi di PBB, sibuk mengatur pengangkatan gandum, susu, dan beras buat anak-anak yang lapar di 3 benua, dan lupa akan diplomasi. Tak ada lagi rasa benci pada siapapun, agama apapun, ras apapun, dan bangsa apapun..dan melupakan perang dan kebencian, dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.”



  • “Aku kira dan bagiku itulah kesadaran sejarah. Sadar akan hidup dan kesia-siaan nilai.” ― Soe Hok Gie, Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran



  • “Tetapi kenang-kenangan demonstrasi akan tetap hidup. Dia adalah batu tapal daripada perjuangan mahasiswa Indonesia, batu tapal dalam revolusi Indonesia dan batu tapal dalam sejarah Indonesia. Karena yang dibelanya adalah keadilan dan kejujuran.”



  • “Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukkan di tempat 2 x 3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia.”



  • “Dunia ini adalah dunia yang aneh. Dunia yang hijau tapi lucu. Dunia yang kotor tapi indah. Mungkin karena itulah saya telah jatuh cinta dengan kehidupan. Dan saya akan mengisinya, membuat mimpi-mimpi yang indah dan membius diri saya dalam segala-galanya. Semua dengan kesadaran. Setelah itu hati rasanya menjadi lega.”



  • “Ketika Hitler mulai membuas maka kelompok Inge School berkata tidak. Mereka (pemuda-pemuda Jerman ini) punya keberanian untuk berkata "tidak". Mereka, walaupun masih muda, telah berani menentang pemimpin-pemimpin gang-gang bajingan, rezim Nazi yang semua identik. Bahwa mereka mati, bagiku bukan soal. Mereka telah memenuhi panggilan seorang pemikir. Tidak ada indahnya (dalam arti romantik) penghukuman mereka, tetapi apa yang lebih puitis selain bicara tentang kebenaran.”



  • “Karena aku cinta pada keberanian hidup”


 

Source : http://id.wikiquote.org/wiki/Soe_Hok_Gie

Rabu, 26 Desember 2012

Aku Pada Lily dan Fantasy

[gallery type="slideshow" ids="4801,4799,4797,4795,4790,4787,4781,4776,4771,4770,4774,4773,4777,4778,4767,4782,4785"]

Dear,
Namaku Lili, bukan Lily. Sedikit tidak senang pada penggantian huruf akhir itu. Bukan hal penting sebenarnya. Karena toh, tidak senangku cuma sedikit ;)


Namaku Lili. Entah apa yang dipikirkan kedua orang tuaku atau tepatnya alm.ayahku [karena dalam hal ini, ayah pasti lebih dominan], yang pasti pada akhirnya mereka sepakat menganugerahiku nama Lili. Terlepas dari Lili yang tidak pake "Y".


Pada akhirnya, aku berkenalan dengan Lily diawal tahun masa SMA-ku. Tapi diawal pertemuan itu, aku tidak langsung tahu bahwa dia Lily, yang aku tahu dia bunga - dan yang pasti cantik. Aku tidak cantik, karena aku lebih memilih diksi manis untuk menggambarkan aku. Bukannya sok pede, tapi "manis" memiliki makna yang lebih indah dari pada diksi cantik - menurutku.


Sampai kemudian ketika Ayah sudah tidak ada, aku benar-benar mengenali Lily. Bukan karena bunga-bungaan termasuk dalam tradisi kami, tapi lebih pada pencarianku. Tidak ada karangan bunga dalam tradisi kami, baik dari adat maupun sekedar kebiasaan keluarga.


Dalam pencarian yang menyuburkan pengingkaran pada sebuah kehilangan, aku menemukan bahwa Lily sering digunakan sebagai simbol kematian diluar sana.


Lily bukanlah bunga gampangan. Dia bisa tumbuh pada medan yang bagaimanapun - begitu yang sempat ku baca. Bukannya sok melankolis, tapi aku ingin setegar dan seindah bunga Lily.


Lily sering digunakan sebagai karangan bunga ucapan belasungkawa - Lily mengingatkan pada mati. Bahwa mati bisa kapan dan dimana saja.


Dan inilah aku, sang penggila bunga Lily. Aku membeli handbody, hanya karena botolnya ada gambar bunga lily. membeli album poto dengan frame bunga lily, padahal waktu itu aku tidak berencana membeli apa-apa. Brose, piring, sampai springbed. Hahhha


Suatu saat, jika aku bertemu seseorang, aku ingin dia tahu bahwa aku menggilai lily. Tidak sembarang lily, hanya White Calla Lily.


TEBINGBUNGALily


Selanjutnya, aku pada fantasy - next time :mrgreen:


giant_lily_by_water_current-d4xl4na

Merasakan Tuhan Di Ketinggian

Ada banyak hal yang bisa kita rasakan ketika berada diketinggian. Salah satu yang paling menohok saya beberapa waktu belakangan ini adalah, bahwa Tuhan begitu dekat dan nyata ketika kita berada diketinggian. Bukan berarti selama ini saya meragukan keberadaan tuhan.


Berada di ketinggian, Tuhan benar-benar terasa sangat dekat.


Sudah beberapa tahun saya tidak begitu bisa menikmati memandang langit lepas. Semenjak saya SMA. Atau entahlah kalau itu tidak saya ingat, yang jelas kebiasaan memandang langit lepas itu saya lakukan di kampung halaman, dulu, waktu saya masih SMP, masih di kampung.


Salah satu alasannya, karena di kampung tidak ada bangunan yang membatasi jarak pandang. Bisa dari teras rumah sebelum tidur atau menjelang fajar setelah sholat subuh. Atau di pantai, dengan hamparan laut lepas yang menyatu dengan langit.


Dan sekarang, kebetulan rumah kost kami di lantai dua, lalu ada loteng dengan pemandangan lepas ke seantero Salemba dan sekitarnya.


Disana saya biasa menyendiri. Yeahh.. sepertinya hanya saya yang dengan senang hati dan begitu menikmati aktifitas tersebut, karena anak-anak yang lain ternyata takut bahkan ketika menjemur pakaiannya sendiri.


Biasanya saya keatas sana untuk menghirup udara bebas, melepas penat dan hawa panas yang terkungkung didalam kamar. Membebaskan indra dengan pandangan luas meski bukan sesuatu yang indah.


Nikmat sekali rasanya, dibelai lembut oleh sang bayu. Mega berarakan diselingi cahaya bulan yang kadang malu-malu. Dan kerlap-kerlip bintang – akhirnya mereka muncul juga. Padahal beberapa waktu yang lalu sepertinya mereka menghilang dari peredaran bahkan ketika bulan sedang purnama. Entah hanya saya yang memperhatikannya, atau ada orang lain yang sama tak percayanya dengan hal ini. Yeahh.. mungkin saya hanya sedang tidak beruntung selama saya kehilangan bintang-bintang itu.


Diketinggian ini –yang sebenarnya tidak terlalu tinggi, tidak setinggi Mahameru – saya bisa memperhatikan riuh masyarakat sekitar tanpa mereka ketahui keberadaanku diatas. Memandang dari satu atap ke atap lain, yang ternyata senyap.


Menghitung seberapa banyak pesawat yang berlalu lalang di angkasa. Memperhatikan bagaimana pola lintasannya. Ternyata untuk pesawat –datang- jalur lebih jauh, dan terlihat lebih rendah, dan untuk pesawat – pergi- terlihat lebih dekat lengkap dengan dengungan suaranya.


Di ketinggian, kamu bisa menikmati hujan dengan cara yang lain. Jika selama ini, ketika hujan turun, kamu berlari ke lapangan sambil menadahkan tangan dan berputar-putar, lalu menghirup lamat aroma alam yang terdiri atas perpaduan air hujan dan tanah. Tapi di tanah, kamu tidak bisa memperhatikan arakan air yang bagai jarum, menghujam menuju tanah, seperti yang bisa dilihat diketinggian. Memperhatikan jarum-jarum air itu ruah tak terbendung, lalu pecah menghantam tanah basah, itulah cara lain ku menikmati hujan sore ini. Dan lagi-lagi, di ketinggian ini rasanya tuhan begitu dekat.


Mengenai Mahameru, puncak tertinggi pulau jawa ini mungkin tiba-tiba mendadak jadi idola para remaja dan dewasa, setelah Film 5Cm berhasil menyajikan elok dan rupawannya tempat ini. Mengenai Mahameru juga, terlepas dari film 5Cm, saya tiba-tiba tersesat pada satu cerita lawas yang seharusnya telah lama mengisi otak, yaitu tentang Seo Hoek Gie.


Soe Hok Gie adalah seorang petualang, mahasiswa dan dan seorang demonstran yang tidak puas terhadap pemerintahan. Yang saat itu saja sudah mampu membaca ketidak beresan dalam pemerintahan, yaitu korupsi. Seorang keturunan tionghoa yang begitu mencintai Indonesia melebihi orang-orang Indonesia asli.


Yeaahh.. saya mendadak “mengidolakan” beliau.




Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami, Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. karena itulah kami naik gunung.
Soe Hok Gie



[gallery type="slideshow" link="file" columns="1" ids="4759,4758,4760,4761,4762,4757" orderby="rand"]

Kalau boleh saya hubungkan, jika untuk mengenal dan mencintai Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mendaki gunung agar lebih dekat dengan obyeknya, maka kita bisa mengenali dan mencintai Tuhan dari ketinggian juga, agar lebih dekat dengannya. Merasakan Tuhan, dari keindahan alam yang disuguhkan oleh ketinggian yang asri.

Selasa, 25 Desember 2012

Rasa Tanpa Nama - Itu Cinta

love

 

Penghiburan
Bagaimana jika aku ingin penghiburan darimu
Tidak
Jangan meminta yang lain untuk melakukannya untukku
Aku hanya ingin kamu
Rapuh ini semakin rapuh ketika mengingatmu

Mengertikah kamu tentang rapuh
Tidak.?
Ya, tidak semua orang mengerti sebelum ia mengalaminya sendiri

Perasaan ini
Entah apa namanya
Melihat namamu saja aku ingin menangis

Melihat namamu
Menyebut namamu
Memikirkanmu
Sepertinya aku sangat mencintaimu
Tapi sungguh, ini bukan cinta yang sebenarnya
Atau apalah
Hanya saja, rasanya ada sesuatu yang menusuk hati ketika melihat mu dengannya
Aku tidak ingin mengakuinya, tidak sampai kapan pun
Tapi semakin aku mengingkarinya, semua tentangmu semakin membayangi hidup ku, hari-hari ku

Dalam satu detik aku ingin mengatakan
Aku membencimu dan aku mencintaimu
Hanya dalam satu detik
Agar luap resah yang tak mampu ku beri nama
Agar aku bisa melepasmu bahagia, bahagiaku juga
Agar tak terlalu banyak waktu yang terbuang - bertangis-tangisan pada hal bodoh yang orang bilang ini cinta

 

@Salemba Bluntas, 24 Desember 2012

Teh Hitam VS Plasebo


teh


""Sebuah penelitian di Harvard menemukan bahwa orang yang minum 5 cangkir teh hitam sehari selama 2 minggu memiliki kemampuan melawan virus 10 kali lebih banyak dalam darahnya dibandingkan dengan orang lain yang minum minuman plasebo. L-theanine, asam amino yang bertanggung jawab meningkatkan kekebalan tubuh, banyak berlimpah dalam teh hitam dan teh hijau baik."" [Via: FP TipsGayaHidupSehat]


Apa itu minuman Plasebo, let's check together ;)
Tapii..tapiii.. 5 Cangkir teh dalam sehari..?? Apa ngga justru kebanyakan tuh? Segala yang berlebihan itu tidak baik adanya, bukan begitu?



Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas:


Plasebo adalah sebuah pengobatan yang tidak berdampak atau penanganan palsu yang bertujuan untuk mengontrol efek dari pengharapan.[1] Istilah plasebo diambil dari bahasa latin yang berarti "I shall please" (saya akan senang) yang mengacu pada fakta bahwa keyakinan akan efektivitas dari suatu penanganan akan dapat membangkitkan harapan yang membantu mereka menggerakkan diri mereka sendiri untuk menyelesaikan problem - tanpa melihat apakah substansi yang mereka terima adalah aktif secara kimiawi atau tidak aktif.[1] Dalam penelitian medis tentang kemoterapi, sebuah plasebo -disebut juga "pil gula"- merupakan zat yang secara fisik menyerupai obat aktif tetapi sebetulnya tidak memiliki kandungan obat yang sesungguhnya.[1] Dengan membandingkan efek dari obat aktif dan plasebo, peneliti dapat menentukan apakah obat memiliki efek khusus di luar yang diharapkan.[1]


Efek plasebo adalah sembuhnya pasien dari penyakitnya ketika mengonsumsi obat kosong atau plasebo dan terjadi walaupun terdapat bukti yang berkebalikan.[2] Plasebo biasanya hanya berisi serbuk laktosa yang tidak memiliki khasiat apapun sebagai obat.[2] Efek ini muncul karena pasien yang mendapat plasebo tidak tahu apa yang diminumnya, namun sugesti bisa membuat obat itu benar-benar manjur layaknya obat asli.[2]


Kontroversi Plasebo :


Amerika Serikat dan Inggris yang menyatakan bahwa penggunaan plasebo tanpa persetujuan pasien tidaklah etis..[3] Selama ini, pil plasebo biasanya dibuat dari gula dan tepung. Tetapi dokter juga menggunakan bahan lainnya termasuk vitamin dan suplemen herbal.[3] Menurut Asosiasi Medis Jerman, plasebo tidak memiliki efek samping yang buruk dan bisa menjadi harapan terakhir untuk pasien dengan mau berjuang keras untuk sembuh.[3]


 



Referensi :


  1. ^ a b c d Nevid, Jeffrey, Psikologi Abnormal, Jakarta:Erlangga, 2005, hal. 22-25.

  2. ^ a b c "Jangan Remehkan Obat Kosong Plasebo". Diakses pada 15 Juni 2012.

  3. ^ a b c "Penggunaan Plasebo Masih Menjadi Kontroversi". Diakses pada 15 Juni 2012.


Cebocap

WONG FEI HUNG TERNYATA SEORANG ULAMA (MUSLIM)

wong fei hung





Wong Fei Hung, mungkin banyak diantara kita yang masih ingat nama tersebut. Saya masih ingat, tapi seperti apa kisah yang dijabarkan dalam film itu tidak benar-benar saya ingat.hehe. Dan ternyata, si tokoh adalah seorang muslim, baru tahu? Saya juga. Thanks buat Aple yang selalu berbagi info bermanfaat seperti ini. Slengkapnya silahkan dilanjutkan bacanya :D



[Via : Apple] Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...

Wong Fei Hung (Faisal Hussein Wong) ternyata muslim ia adalah ulama yang jago kungfu dan juga seorang tabib.

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hongkong, Jet Li (dan sekarang film serinya dapat disaksikan di Indosiar).

Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, ahli Pengobatan, dan ahli beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong. 

Ngulang itu - !@#$%^&*()_!@#$%^&*

mengulang

Aku benci dengan yang namanya “Mengulang”. Ngulang TA yang ngga kelar-kelar itu menyebalkan. Ngulang bacaan dan tontonan yang sama itu membosankan dan tidak ada tantangan karena sudah jelas tahu bagaimana cerita serta kelanjutannya.

Ngulang ngetik apa lagi.!! Sudah beberapa kali. Oke, haha. Diri ini memang bukan seorang panulis luar biasa, tidak punya karya luar biasa yang patut diacungi jempol. I know, sangat tahu. Ku akui tanpa harus dipaksa :P. Dengan kalimat-kalimat cetek nan dangkal itu mana mungkin bisa jadi penghulu. Tapi, tapi, tapiiii.... ini aku. Peduli setan dengan segala penilaian yang tidak membangun.


Setidaknya aku ingin menulis, mengeluarkan uneg-uneg dari pada menggumpal dalam hati tanpa pelampiasan. Hahaha


Dan aku benar-benar benci ngulaaaaaang, ngetik lagi. Mending kalau isinya masih ingat. Lebih parah lagi, kalaupun terpaksa harus nulis, aku hanya ingin hasil akhir yang sama. Karena kebanyakan detailnya yang tidak ku ingat. Oke ini ngga penting, bagimu. Tapi bagiku ini berarti. Seburuk apapun tulisan yang kita hasilkan, adalah karya kita sendiri. Jikapun ada bacaan yang ku baca ulang, itu adalah tulisan-tulisanku sendiri. [Ngga penting?, Abaikan] :P


Saat ini, satu-satunya yang ingin ku ulang adalah nonton filnya “Pacar” :mrgreen:


Bukan hanya karena Fedi Nuril, tapi lebih pada keindahan Indonesia. Ada yang nangis pas nonton 5 CM.? Cetekkkk.. kisah begituan doang kok nangis.


semeru2


Hehe, sebenarnya aku juga nangis :D. Bukan nangis sih sebenarnya, Cuma luapan haru dan bangga akan keindahan Indonesia yang digambarkan di Film itu, benar-benar bikin sesak.


Negeri di atas awan yang digambarkan, sumpah itu keren banget, Subhanallah. Betapa indahnya ciptaan Tuhan kita. Suatu saat, aku ingin kesana, berada disana. Jadi salah satu penikmatnya. Bukan, bukan puncak Mahameru, cukup sampai Ranu Kumbola. Kalau sampai sana, kemungkinan besar aku masih sanggup, tapi untuk sampai ke puncaknya? Entahlah, sepertinya terlalu berrisiko.


Heiii.. jangan remahkan anak kampung seperti ku. Bukit dan padang adalah sahabat kami diperkampungan sana :P




[caption id="" align="alignnone" width="600"]img_20120327161409_4f7184e108c02 Ranu Kumbolo.... Ranu Kumbolo.... Ranu Kumbolo.... Ranu Kumbolo.... Ranu Kumbolo.... Ranu Kumbolo.... Ranu Kumbolo.... Ranu Kumbolo.... Ranu Kumbolo.... Ranu Kumbolo.... Saya maauuu...[/caption]

Balik ke topik. Lagi-lagi tulisan yang sudah ku rangkai dengan segenap jiwa raga, diiringi beberapa titik air mata – hilaaaaang. Rasanya tulisan itu sudah ku posting, tapi nga muncul dipostingan. Rasanya sudah ku save di hard disk, tapi kok diubek-ubek kesana kemari masih ga nemmmuu...


Iya, beberapa malam yang lalu. Sudah malam, mungkin diri ini sudah terlalu teler untuk menyadari apa dan bagaimana sesuatu itu ku lakukan. Aiiiiisshh..


Malas aja kalau harus nulis lagi, pasti ngga bakal sama persis dengan tulisan sebelumnya. Seperti yang ku katakan tadi, banyak detail yang tidak ku ingat.


Mas Fediiiiii.. Masss... [#ngiikkkk – menghilang]

Hari Ini Istimewa

[caption id="attachment_4715" align="aligncenter" width="516"]Menara Katedral Menara Katedral[/caption]

Hari ini istimewa. Terlepas dari perayaan natal bagi umat Kristiani.


Bukan karena pagi ini tiba-tiba saya ingin “hilang” sebagaimana sebelum-sebelumnya. Tentang itu, saya tidak pernah habis pikir dibuatnya, atau memang, yah beginilah kehidupan. Selalu saja ada hal yang membuatmu kadang ingin menyerah. Kalau dulu saya kira keterbatasan membuat segala gerak ini terbatas, sekarang tidak. Karena percuma merutuk keterbatasan, sebab ia tidak akan pernah bisa disingkirkan dengan keluh kesah. Sungguh saya sadar sesadar-sadarnya. Setidaknya saya tidak memiliki keterbatasan fisik dan akal. Masih ada harapan, selagi saya masih mau mencoba, bertahan, berdamai, bersyukur lalu ikhlas.


Semuanya sepele, sungguh. Tapi ketika hal-hal sepele itu menumpuk dan menumpuk – tidak semua orang bisa menahannya.


Hari ini istimewa. Saya sadar, tingkat keberagamaanku masih sebegitu cetek. Tapi setidaknya saya tidak suka dengan dengung peperangan, perpecahan dan tindakan saling menghina. Bukankah kita punya kepercayaan masing-masing, dan kepercayaan-kepercayaan kita ini memiliki ajaran yang tidak pernah menjerumuskan pengikutnya pada hal-hal yang merusak.


Beberapa tahun yang lalu, saya dan teman-teman kost sholat Idul Adha di Masjid Istiqlal. Kebetulan ada yang bawa mobil. Ketika itu parikran di Pelataran masjid Istiqlal sudah penuh, lalu kami diarahkan ke parkiran yang berlokasi di Gereja Katedral. Inilah toleransi, inilah saling menghormati dan inilah saling menjaga.


Tadi malam, sepulang kerja, kebetulan saya dan teman lewat sekitar Katedral dan Istiqlal. Parkiran di katedral sudah penuh bahkan sampai ke bibir jalan. Tentu saja, pelataran parkir di Istiqlal juga sudah penuh. Sekali lagi, inilah damai.


Sungguh, hidup berdampingan dalam perbedaan itu suatu keindahan yang tiada tara. Jika hidup damai itu indah lalu mengapa kita harus menebar onar yang tidak pernah diajarkan oleh agama manapun. Tidak, Nabi SAW tidak mengajarkan hal seperti itu. Ketika ada pertentangan, beliau selalu mencari jalan damai, selagi itu masih memungkinkankan. Tidak ada gunanya menumpahkan darah. Dengan membuat keonaran sana-sini, justru akan membuat citra suatu kepercayaan akan runtuh, jelek, dan ujung-ujungnya pertumpahan darah.


Sungguh, masih banyak yang bisa kita lakukan dibanding memancing onar sana-sini. Coba berkacalah, sudah sebegitu benarkah keberagamaan diri masing-masing, sudah benarkah cara pandang kita selama ini. Dari pada sibuk mengurusi kebergamaan orang lain, lebih baik perbanyak bekal masing-masing. Perbanyak ilmu, perbanyak amal kebaikan tanpa memandang perbedaan.


Oke, hari ini istimewa. Terlepas karena hari ini tanggal merah yang artinya saya bisa lepas dari rasa jenuh dan enggan terhadap pekerjaan. Tadi pagi, saking enggannya saya terhadap pekerjaan ini, saya seperti mendengar suara si bos yang sedang menelpon rekannya. Lho kok? Ini kan hari libur? Lho kok ada suara orang itu sih? Bisa ga sih saya bebas dari suara-suara itu? Ngapain sihhhh, inikan hari libur? Astaga, sepertinya saya benar-benar harus cari kerjaan lain. Ckckc >_<


Hari ini sitimewa. Hehe :mrgreen: iya iya


Pasti udah bosen dengan kata “ hari ini sistimewa” hahhha. Hari ini istimewa.


Hari ini my beloved sista ulang tahuuuuun. Happy birtday sista, hope you all dream come true, wish you all the best. Semoga semakin istiqomah dengan jilbabnya ;) dan semoga segera dipertemukan dengan si pemilik tulang rusuk. Kasian si Mak selalu nanyain.


Dia anak ke-tiga dari kami yang lima bersaudara. Jarak ku dengannya sekitar 4 tahun, jarak yang paling jauh diantara kelahiran kami semua. Sedangkan saya dengan adik, merupakan jarak yang paling dekat yaitu Cuma 1 tahun.


Dengan jarak 4 tahun, memang dulu kami tidak terlalu dekat. Dia lebih sering tinggal ditempat saudara jadi kami jarang bertemu. Sd dia tinggal dengan nenek di desa, sedangkan saya tinggal bersama orang tua di sawah. SMP dia tinggal dengan salah seorang paman, sedangkan saya baru menginjak kelas 4 SD. Pulang cuma sesekali saja. Mungkin dia tidak tahu, betapa senangnya saya ketika dia pulang. Dan ketika SMA, lagi-lagi dia tinggal dengan saudara yang lain, yang jaraknya lebih jauh. Yahh, walaupun Cuma 1 jam perjalanan dengan naik angkutan pedesaan, tetap saja dia semakin jarang pulang. Untungnya saya bukan tipe orang yang dibesarkan dengan “rengekan”. Saya berusaha memahami. Bahkan terkadang saya tidak terlalu faham, apa bedanya jika dia ada ataupun tidak ada. Hahha, jahat ya? [Siapa yang jahat.??]


Setelah dia tamat SMA, langsung dibawa salah satu saudara ke sini – Jakarta. Sedangkan saya dimintanya sekolah di Ibukota – Bandar Lampung. Saya ingin menolak, tapi sepertinya waktu itu tidak ada alasan bagiku untuk menolak. Masa iya saya harus bilang “tidak”. Pada akhirnya saya harus menurut, walaupun berat meninggalkan kehidupan sehari-hari di kampung yang sudah mendarah daging, berat meninggalkan kedua orang tua, berat berpisah dengan teman-teman tanpa “upacara” perpisahan. Pada akhirnya hanya sepucuk surat yang mewakili salam perpisahan.


Kata orang, dalam setiap perpisahan selalu akan berat bagi yang ditinggalkan. Orang tuaku mungkin iya. Tapi sepertinya teman-temanku tidak ada yang merasa kehilanganku. Sedangkan saya, terus mencakar-cakar jarak yang begitu luas, selalu berharap ada mereka.


Entahlah, rasanya setiap pulang, saya sudah bukan lagi bagian dari mereka. Saya mencoba masuk dan masuk, tapi hasilnya bukan apa-apa, just say “Hi”. Thisssss soooo... arrgghhh


Oke, ya. Mungkin ini hanya perasaanku saja.


Dan sekarang disinilah saya – Jakarta, menyusul si kakak. Mencari peruntungan pada mayapada yang tak pernah berbelas kasih pada siapapun anda yang lembek. Saya tidak lembek, itu bukan saya. Tapi memang semua orang punya titik dimana ia merasa “cukup” dan ingin menyerah dan berhenti. Tapi sekarang bukan waktu yang tepat bagiku untuk berhenti dan menyerah. Tidak, saya tidak ingin kalah, saya tidak ingin jadi pecundang.


Selama 5 tahun tinggal bersama, dalam satu kamar dan dibawah atap rumah yang sama dengan kakak. Mungkin ini waktu terpanjang – terlama kami bisa bersama. Terkadang saya bosan, juga kadang kesal. Ingin benar-benar tinggal sendiri dalam satu kamar tanpa satu orangpun yang mengganggu. Saya bisa melakukan apa saja yang membuatku senang tanpa khawatir membuatnya terganggu. Tidur larut malam tanpa mendengar ocehannya untuk segera mamatikan lampu, atau tidak perlu kaget dengan udara dingin dari jendela, karena setelah subuh jendela itu sudah dibukanya.


Terlepas dari semua itu, dia adalah “lonceng” bagiku selama berada disini. Terkadang saya pikir, saya tidak bisa benar-benar lepas dari pengawasan seseorang, dan saya senang ada dia.


Once again, Happy Birtday my beloved sista ;)


[Salemba, 25 Desember 2012]

Senin, 17 Desember 2012

Resolusi - Lonceng Menuju Sukses

Bicara tentang resolusi, bagaimana tingkat keberhasilan resolusimu tahun ini? 2012 hampir berakhir kawan, sudah saatnya kita siapkan resolusi untuk tahun yang akan datang.

Kenapa harus bikin resolusi? Bukankah segala sesuatunya sudah diatur sama yang diatas? Jodoh, rejeki dan ajal sudah ada yang mengaturnya dan sudah dapat jatah masing-masing dari sang pencipta. Ngapain susah susah bikin catatan-catatan ngga penting seperti itu? Kurang kerjaan.

Hahah.. oke, segala sesuatu memang sudah ada yang ngatur tapi bukan berarti kita cuma nunggu tanpa usaha.

Masalah jodoh. Kita semua pasti berharap berjodoh dengan pribadi unggul. Dan biasanya pribadi unggul akan lebih memilih berpasangan dengan pribadi unggul juga. Jadi sebelum waktu yang telah dijanjikan itu datang, apa salahya jika kita membuat diri kita pantas, membuat diri kita menjadi pribadi unggul terlebih dahulu. Itulah kenapa urusan jodoh sebenarnya butuh usaha juga. Buatlah resolusimu agar jodohmu termasuk pribadi unggul ;)

Urusan rejeki. Semakin maksimal usaha yang dilakukan seseorang insya Allah semakin maksimal juga hasil yang diperolehnya. Dan jika kita tidak mau rejeki kita pas-pasan maka kita harus memaksimalkan segala usaha. Buat resolusi yang mengarahkan kita untuk memaksimalkan usaha tersebut – untuk hasil yang maksimal.

Ajal. Tidak ada satu orangpun yang tahu batas usia yang dihembuskan sang kuasa untuk kita. Yang perlu kita tahu bahwa ada dua jalan kematian, yaitu khusnul khatimah atau su’ul khatimah. Dan pastinya tidak ada satu orangpun yang memilih su’ul khatimah. Untuk mencapai khusnul khatimah, maaf, lagi-lagi harus saya katakan bahwa kita harus usaha. Buat resolusi agar ibadah kita semakin baik, agar bertemu denganNya dengan keadaan khusnul khatimah. Aamiin Allahumma Aamiin..

Saya tidak percaya jika gurauan di akhir tahun lalu saat Bunda mengunjungi kontarakan kami (saya dan mba) dalam rangka menghadiri upacara wisuda ku yang sebenarnya tertunda –heheh, jadi malu- mengenai kapan nikah ditanggapi serius oleh Bunda dan mba. Menjelang akhir tahun ini mereka menanyakan masalah itu. Saya cuma bisa nyengir. Itu hanya gurauan, yang sebenarnya ku sisipkan doa semoga terrealisasi. Tapi tahun ini sepertinya bukan saat yang tepat bagiku. Semua keadaan mengatakan tahun ini memang bukan saat yang tepat, terutama saya bahkan tidak punya bayangan siapa kelak yang akan jadi mempelai prianya. Yeahh.. mungkin bagi sebagian ini aib, tapi fine, saya belum pernah pacaran. Hahha :P

Resolusi tahun 2012 yang lain adalah, berharap bisa menguasai photoshop dan mengulangi pelajaran tajwid. Kedua resolusi ini gagal. Tapi alhamdulillah masih ada resolusi yang tercapai. Dan secara sadar harus ku akui, saya harus lebih maksimal dalam mengerjakan dan memulai sesuatu. Semoga tahun depan bisa lebih baik dan terarah.

Oke kita tutup resolusi tahun ini, saatnya masuk ke resolusi tahun 2013.

1.Ikhlas beramal dan berbagi. Ilmu ikhlas adalah ilmu yang tidak pernah ada kata khatam. Ada saja hambatan yang menggoda tentang kebersediaan untuk berbagi. Makanya dua kata itu saya masukkan dalam resolusi tahun 2013, dan sepertinya akan tetap ada ditahun-tahun yang akan datang – kalau masih diberi umur.

2.Menerapkan budaya hidup sehat. Olahraga yang cukup, banyak makan buah dan sayuran. Dan yang paling penting bagaimana caranya membiasakan diri untuk banyak minum. “Minumlah bukan hanya karena kamu ingin tapi karena kamu BUTUH – air dalam tubuh”. Entah kenapa rasanya susah sekali membiasakan diri minum teratur. Dan ketika dipaksakan rasanya seperti sedang minum obat yang benar-benar tidak ingin kamu konsumsi, padahal jelas itu untuk kesehatan.

3. Nulis nulis dan nulis sampai ada yang dimuat dimedia minimal 5 tulisan. Oke, nulis juga termasuk resolusi tahun 2012, tapi jujur tidak maksimal. Dan baru akhir-akhir ini kembali menekuninya, ketika tahun sudah hampir berganti sehingga resolusi itu tidak tercapai. Semoga tahun depan tercapai. Cuma 5 lho, kan kebangetan banget kalau ngga tercapai (sedang memotivasi diri sendiri ceritanya^^)

4. Pulang minimal 3x untuk bertemu sang bidadari ayahku. Hadiah terindah baginya adalah kunjungan dari anak-anaknya yang kini merantau. Karena selama 5 tahun di jakarta saya hanya pulang waktu lebaran doang, maafkan anakmu ini Bunda..huhhu

5. Lebih semangat nge-kuis. Heheh. Salut aja sama teman-teman yang rajin nge-kuis dan akhirnya mereka banyak menangnya. See, segala sesuatu itu harus dilakukan dengan usaha maksimal.

6. Mulai usaha, harus berani memulai. Tahun ini saya cuma jadi banci kaleng.. errgghh. Tidak berani memulai, itulah kendala yang banyak menghadang para wirausawan pemula.

7. 11 12 13 nikah. Aamiin :D

8. Kamera DSLR. Itulah kenapa menguasai Photoshop masuk resolusi tahun 2012. Ketika kamu tidak ingin kehilangan sebuah momen, maka abadikanlah dengan gambar, begitu kata orang-orang. Selain untuk mengabadikan berbagai moment, kamera itu ingin saya jadikan objek pendapatan tambahan juga.. heheh. Pengennya sih begitu, tapi apalah daya, hepengnya jauh dimata dekat dihati #ehhh xD

Resolusi memang hanya sebatas resolusi. Hasil akhirnya tetap atas kehendak dan izin dari sang kuasa. Tapi setidaknya resolusi membuat langkah kita kedepan menjadi terarah step by step. Pengingat agar kita tidak terlalu jauh meninggalkan jalur. Lonceng yang mengabarkan sebuah tujuan.

Selamat menyambut tahun baru 2013. Wish we all the best.

 ==
Saya mengenal mba Windi ya dari giveaway ini. Dan saya tahu giveway ini dari ila. Hai ila, sepertinya kamu harus tahu bahwa saya sering ngintip fb mu dengan harapan siapa tahu ada info lomba terbaru. Thanks ya.
Seperti yang saya sebutkan diatas, saya baru di "dunia" ini. Jadi rasanya sangat menyenangkan bisa menemukan komunitas yang sejalan, serah, setujuan dan sepemikiran. Saya lebih memilih lomba atau giveway semacam ini yang tidak mengharuskan kita "promo besar-besaran". Bukan apa-apa, saya hanya merasa tidak enak kalau teman-teman ada yang ngga terima ketika kita pilih secara acak untuk ditandai di link promo-promo tersebut. Rasanya benar-benar tidak enak. Apa karena saya masih baru ya.? (Aduh maaf malah jadi curhat colongan) ^^. Wish you all the best mba. Salam kenal ;)