Rabu, 31 Agustus 2016

Cerita di Balik Buku Paket Era 90an



Buku paket era 90an via www.keepo.me


Ada yang khas setiap tahun ajaran baru dimulai. Selain siswa yang berebut tempat duduk pastinya. :D
Yaitu pembagian buku paket oleh pihak sekolah. Buku paket ini merupakan warisan turun temurun milik sekolah. Maka beruntunglah mereka yang mendapat buku warisan yang masih dalam keadaan baik. Sebab kebanyakan kondisi bagus hanya ada pada pengguna pertama atau kedua. Selanjutnya ya seadanya. 

Selasa, 30 Agustus 2016

Pengalaman Tak Terlupakan Dalam Rangkaian Mudik Perdana ke Wonogiri



Tahun ini untuk pertama kalinya saya tidak mudik ke kampung halaman sendiri. Melainkan ke kampung halaman suami. Rasanya? Gado-gado. Ada sedih namun ada senangnya juga.
Sedih, karena memang sebelumnya setiap lebaran saya selalu pulang. Senangnya, sebab bisa mengenal kampung halaman suami.

Sepenggal Kisah Masa Lalu Tentang Bacaan


Gambar tanpa teks via www.katalogibu.com


Sejak kapan teman-teman lancar membaca? Saya akui, saya baru lancar membaca menginjak kelas 3 SD. Dan sejak bisa membaca, tak ada filter bacaan yang ditentukan. Baik oleh orang tua maupun keluarga lain.

Saya ingat betul buku pertama yang saya baca waktu itu berupa novel, bukan kumpulan cerita pendek. Saking senangnya buku itu saya lahap dalam sehari. Judulnya Si Celung/Si Bungsu. Yang entah saya dapatkan dari mana. Tampaknya buku ini bukan buku populer. Karena sempat beberapa kali saya mencoba searching di google tapi tak mendapatkan hasil yang sesuai.

Senin, 29 Agustus 2016

Lagu Anak-anak dan Nasibnya Kini

Beberapa album idola cilik via florakuchiki.files.wordpress.com

Masih ingat betapa ngegemesinnya Tina Toon waktu menyanyikan lagu Bolo-bolo? Permainan mata dan lehernya yang patah-patah menjadi ciri khasnya kala itu. Atau sepenggal pengetahuan yang disampaikan Trio Kwek Kwek lewat lagu Katanya. Semua itu menjadi satu diantara banyak kenangan indah nan tak terlupakan bagi  anak-anak generasi 90an.

Walaupun saya besar di perkampungan terpencil dengan akses media yang terbatas, namun saya bersyukur masih bisa menikmati masa dimana lagu anak-anak mencapai puncaknya. Dengan menumpang di tetangga yang punya tv, kami berkumpul bersama untuk menikmati alunan musik dan mengikuti liriknya dengan gembira.
Nada dan lirik lagu yang gembira, pun makna lagu yang mengajarkan banyak ilmu, menjadikan lagu anak-anak jadi primadona bagi anak-anak kala itu.

[Resensi] Novel He Loves Me Not, He Love Me by Caludia Caroll





He Loves Me Not, He Love Me
Dia Benci… Atau Cinta


Data Buku :
  • Penulis : Caludia Caroll
  • Ukuran: 13.5 x 20 cm
  • Tebal: 448 halaman
  • Terbit: November 2010
  • Cover:
  • ISBN: 978-979-22-6326-8
  • No Produk: 40201100073 [Via gramediapustakautama]
(Dia Benci… atau Cinta)

Minggu, 28 Agustus 2016

Cara Membuat Profile Bisnis di Instagram


Cara Mengganti Profile Instagram Menjadi Profile Business
Gambar dari: blog.instagram.com

Inovasi. Itulah salah satu faktor yang membuat segala sesuatu dapat bertahan lama. Dalam hal ini yang berkaitan dengan teknologi. Instagram contohnya.

Nah, inovasi terbaru dari instagram kali ini adalah dengan menyediakan fitur terbaru dalam aplikasinya. Yaitu dengan adanya pilihan profile menjadi profil bisnis. Memang apa gunanya sih? 

Sabtu, 27 Agustus 2016

Cara Membatasi Akses Teman Terhadap Wall FB Kita Tanpa Harus Memblokir




Halo! 

Sejauh ini, media sosial yang mampu bertahan dari berbagai serbuan media sosial lainnya adalah FB. Karena FB itu semacam all in one gitu deh. Mau bikin catatan, bisa. Bikin album, bisa bisa banget. Chatt apalah lagi. Jadi tidak heran kalau pengguna FB masih bejibun.

Tapi terkadang ada hal-hal yang diluar perkiraan dan diluar kuasa kita. Misal, pertemanan yang dulu erat mendadak jadi hambar. Atau adakalanya pengen bebas berekspresi tanpa harus takut ketahuan Bos atau keluarga. Haha
Nah, kali ini saya mau sharing cara ngebatasin keleluasaan friendlist Facebook (FB) kita atau orang-orang tertentu agar tidak melihat terlalu banyak apa yang kita bagikan di Facebook. Dosa ditanggung masing-masing pliss. #emotngakak#

Ada beberapa alasan kenapa seseorang mengaktifkan fitur ini, seperti yang sudah disebutkan di atas. Salah satunya mungkin karena risih, risih kenapa? Hanya orang-orang yang bersangkutan yang tahu. Atau mungkin ada hal-hal yang dia rasa si Anu tak perlu tahu dan tak ingin si Anu tahu. Dan bisa jadi ada sesuatu, something wrong, yang sekali lagi hanya dia yang tahu, sehingga baginya si Anu tak lagi berarti. Semacam itulah.

Namun agar tidak mencolok dan tidak terlalu brutal, maka pembatasan inilah yang jadi pilihan.


Apa yang dimaksud dengan daftar Dibatasi?
Menempatkan seseorang pada daftar Dibatasi berarti Anda masih berteman, namun Anda hanya berbagi kiriman dengan mereka saat Anda memilih Publik sebagai pemirsa, atau ketika Anda menandainya di kiriman. Misalnya, apabila Anda berteman dengan bos Anda dan Anda meletakkan mereka di daftar Dibatasi, selanjutnya mengirim foto dan memilih Teman sebagai pemirsa, Anda tidak berbagi foto tersebut dengan bos Anda, atau orang lain di daftar Dibatasi. Namun, apabila Anda menandai bos Anda di foto tersebut, atau memilih Publik sebagai pemirsa, maka mereka dapat melihat foto.[Sumber: FB]

Oke tak perlu banyak kata, mari kita mulai.

Pertama tentunya buka FB kita masing-masing. Di pojok kanan atas klik tanda panah, lalu pilih pengaturan. Seperti gambar:




Setelah itu pilih pemblokiran, lalu pilih daftar dibatasi. Gambar sbb:




Selanjutnya muncul kotak, yang mana di sisi bagian kirinya ada dua pilihan. Pilih “Teman”. Nah biar cepat tinggal ketik aja nama teman yang pengen dibatasi. Kalau udah selesai pilih-pilih teman yang mau dibatasi jangan lupa pilih “Selesai”.



Sudah, begitu saja. Selamat bersenang-senang. wkwk. Oya ini pengaturannya via PC/laptop ya. Via HP belum dicoba.


Ngomong-ngomong, selamat berakhir pekan.^_^

[Resensi] Novel Azure By Rahayu Lestari



Cover Novel. Sumber: http://divapress-online.com


Azure 
Kode               : 9786021913536
Oleh                : Rahayu Lestari
Harga              : Rp. 42000
Ukuran            : 12x19cm
Tebal               : 386 + ii
Terbit               : Mei 2012
Penerbit           : Safirah 


“Aku berharap dia bisa menjadi langit biru yang akan menghapus semua hitamku. Aku ingin dia juga menjadi biruku yang selalu kusuka dan kukagumi, warna yang selalu berhasil menenangkanku.”

Senin, 22 Agustus 2016

Pulau Pisang, Sepotong Syurga di Sudut Lampung




Bicara tentang pesona Indonesia takkan ada habisnya. Hamparan alamnya yang memesona, pantai yang membuat rindu serta pegunungan yang bak candu. Belum lagi khasanah adat budaya dari masing-masing daerah. Ditambah kekayaan kuliner yang selalu menggugah selera. Maka ada banyak alasan mengapa Lampung pantas bergelar The Treasure of Sumatera. 


Seperti semboyannya “Sang Bumi Khua Jukhai - Sang Bumi Rua Jurai”, yang berarti Satu Bumi Yang Serba Dua. Memiliki makna, Lampung memilik 2 Adat dan dua bahasa asli. Yaitu adat Lampung Pepadun dengan bahasa Lampung dialek O, dan adat Lampung Pesisir/Sai Batin dengan bahasa Lampung dialek “A”.  Selain itu Lampung terdiri dari dua macam penduduk, yaitu penduduk asli lampung, dan penduduk pendatang. Pendatang terbanyak dari Jawa, selebihnya dari pulau Sumatera sendiri. Palembang, Padang, Jambi, Medan, Aceh, Riau. Oya, ada juga dari Bali.

Merasakan Tuhan Di Ketinggian




Ada banyak hal yang bisa kita rasakan ketika berada di ketinggian. Salah satu yang paling menohok saya beberapa waktu belakangan ini adalah, bahwa Tuhan begitu dekat dan nyata ketika kita berada di ketinggian. Bukan berarti selama ini saya meragukan keberadaan Tuhan.

 Berada di ketinggian, Tuhan benar-benar terasa sangat dekat.

Sudah beberapa tahun saya tak begitu leluasa menikmati pemandangan langit lepas. Semenjak saya SMA. Atau entahlah, yang jelas kebiasaan memandang langit lepas itu saya lakukan di kampung halaman, dulu, waktu saya masih SMP, ketika masih di kampung.  Memandang langit lepas bukanlah hal yang sulit. Salah satu alasannya, karena di kampung tidak ada bangunan yang membatasi jarak pandang. Bisa dari teras rumah sebelum tidur atau menjelang fajar setelah sholat subuh. Atau di pantai, dengan hamparan laut lepas yang menyatu dengan langit.

Sabtu, 20 Agustus 2016

5 Alasan Kenapa Keberanian Alvin Nikah Muda Patut diacungi Jempol


Terlihat bahagia. [photo dari Fp Ust Arifin Ilham]

Menikah adalah hak setiap orang. Lagi pula sudah sunnatullah-nya begitu. Menikah berarti juga menyempurnakan separo agama kita - bagi yang Islam.

Pernikahan Muhammad Alvin Faiz/Alvin, putra pertama ustadz Arifin Ilham tanggal 6 Agustus silam sukses menyedot perhatian publik Indonesia. Eh, sepertinya ngga Cuma Indonesia ya? Pernikahan yang dilangsung secara sederhana itu menjadi topik hangat yang dibicarakan dimana-mana. Bahkan ianya sampai jadi narasumber di salah satu acara televisi swasta. Bagus dong, jadi terkenal. Hahha..

Selasa, 16 Agustus 2016

Aidijuma: Bawal Scarft Terdepan Malaysia yang Mencoba Mendunia



 Sejujurnya saya ini tipe cewek yang kurang melek dengan perkembangan dunia hijab beserta segala pendukungnya. Apa tah lagi sampai tahu brand dari negara tetangga. Sampai kemudian linimasa media sosial saya ramai mengabarkan tentang salah satu brand asal Malaysia yang sekarang sedang nge-hits di negara asalnya. Tak hanya itu, brand ini sekarang sedang gencar mengikuti berbagai fashion show dan pameran produk agar produknya dikenal lebih luas oleh masyarakat dunia. Dan, its work.

Aidijuma nama brand tersebut. Saya akhirnya mengenal produk Aidijuma lewat salah satu pameran produk yang diikuti brand ini, dalam pemeran yang bertajuk Indonesia Islamic Fesyen & Produk (IIFP) 2016.

Minggu, 14 Agustus 2016

Fase dan Prioritas Hidup


Tentukan Prioritas. [Gambar dari peringatandini.com]



Setiap kali kita memasuki fase baru dalam kehidupan, saat itulah prioritas hidup kita mulai bergeser.

Masa SD fase asik untuk bermain bersama kawan sepermainan. Tak ada beban pikiran yang perlu dikhawatirkan° (iya, sebagian kecil memang ada yang tak dapat menikmati masa ini. Tapi bukan itu fokus utamanya.

Memasuki SMP kita harus mulai serius belajar.
Tiba di SMA, hidup ternyata bukan tentang belajar saja. Kita harus punya tujuan. Setelah ini apa? Akan jadi apa?

Memasuki bangku kuliah kita semakin fokus dengan berbagai kegiatan akademik demi menunjang keberlangsungan hidup selanjutnya. Berbagai pandangan kehidupan mulai berganti arah.

Sabtu, 13 Agustus 2016

Green Belt untuk Muara Gembong





Jalanan yang tak mulus tidak sedikitpun menyurutkan semangat kami untuk mengunjungi daerah ujung Bekasi itu. Tak banyak yang mengetahui tempat tersebut. Atau lebih tepatnya tak banyak orang yang tahu kondisi daerah ini.


Adalah Muara Gembong atau biasa disingkat MUGO, merupakan daerah pesisir kota Bekasi – Jawa Barat. Dimana fasilitas umumnya tergolong sangat minim. Namun berkat sekelompok anak muda, kini Muara gembong sedang berbenah untuk menjadi salah satu tujuan wisata edukasi.