Jumat, 02 September 2016

Hal-hal yang Perlu diperhatikan Sebelum Membeli Rumah



Rumah impianmu seperti apa? Via http://www.wiraland.com
Benar adanya bahwa mencari rumah itu ibarat mencari jodoh. Susah-susah gampang. Gampang nunjuk yang disuka, tapi susah ketika liat harga. 

Sejak sebelum menikah saya dan suami sudah mengambil ancang-ancang agar setelah menikah sebisa mungkin segera memiliki rumah. Tak apa menahan keinginan untuk bersenang-senang, menahan diri untuk tidak membelanjakan uang jika memang kebutuhan itu tidak mendesak. Mungkin bagi sebagian orang terlihat berlebihan atau ngoyo atau apalah. Bagaimanapun inilah keputusan kami. 

Maka sejak terucap kata “sah”, sejak saat itu pula kami mulai mencari-cari rumah yang sekiranya sesuai dengan kriteria yang kami inginkan. Membeli rumah tak serupa membeli sendal jepit, ketika tidak cocok tinggal cari yang lain - berhubung harganya murah. Nah, masa nyari rumah  juga mesti gitu. Lagiankan capek pindah sana sini. 
 
Ada beberapa hal yang benar-benar kami pertimbangkan secara mendalam sebelum memutuskan membeli rumah, tujuannya agar tak menyesal kemudian. Setidaknya rumah yang kami kami beli kelak nyaman untuk ditempati.

1.       Seberapa jauh jarak rumah dengan jalan raya.
Pertimbangannya begini, agar kalau kemana-mana ngga susah bin repot. Kemudahan akses. Bayangkan kalau perumahannya jauh di pelosok dan tak ada kendaraan umum. Silahkan tertawakan saya yang hari gini kalau kemana-mana masih bergantung pada orang. Kalau ngga dianterin pake motor, ya setidaknya ada angkot. Hahah, maklum masih belum bisa mengendarai motor sendiri.

2.      Jarak rumah dengan tempat kerja
Saya sendiri ngga rela membiarkan suami menjadi generasi tua di jalan. Udah capek kerja, capek pula di jalan, kenalah pula macetnya.

3.      Ukuran rumah dan tanah
 Pengennya sih ukuran rumah dengan ukuran minimal 36, dengan ukuran tanah 60. Tapi makin kesini kok ya standar perumahan KPR itu jadinya dibawah 30, rata-rata 22-25. Lebih dari itu harganya bikin kantong kering kerontang.

4.      Bebas banjir.
Ini penting banget. Siapapun pasti ngga mau dapet PR setiap kali musim hujan datang.

5.      DP sesuai budget
Beda orang beda kemampun. Hal ini kami maksudkan agar tak gelap mata. Jangan sampai gara-gara ngejar DP rumah terpaksa ngga makan. Duh! Haha

6.      Status sertifikat
Pada dasarnya kami mencari rumah dengan status Sertifikat Hak Milik. Alasannya sederhana, demi keamanan. Namun fakta di lapangan, kebanyakan perumahan menawarkan status Sertifikat Hak Guna Bangunan. Perbedaan kedua jenis sertifikat ini diliat dari bahasanya saja sudah jelas ya. Namun kami mendapatkan penjelasan, bahwa memang awalnya status rumah HGB, setelah lunas baru bisa ditingkatkan menjadi SHM. 


*** 
Aku Ingin Punya Rumah
Berbekal kriteria yang kami buat di atas, maka mulailah kami berburu rumah. Beberapa perumahan telah kami datangi. Baik berdasarkan rekomendasi teman dan keluarga maupun berdasarkan iklan properti di berbagai situs. Tapi seperti yang saya katakan di awal, bahwa nyari rumah yang cocok kok ya serupa nyari jodoh. Padahal, saya rasa kriteria yang kami tentukan tak terlalu muluk. Lagi pula wajar kan kalau kita sedikit berhati-hati. 


‘RUMAH MURAH DI MEDAN’

Ketika kami menghentikan pencarian sejenak, seorang kenalan merekomendasikan salah satu developer terbaik asal Medan, yaitu Wiraland. Katanya, Wiraland merupakan salah satu yang terbaik di kotanya. Penasaran, saya pun langsung berselancar di dunia maya. Mencari rekam jejak developer Wiraland. Senyum saya mengembang seketika. Pantas dia bilang developer ini masuk dalam jajaran developer terbaik.







Ternyata sejak kemunculannya di tahun 2003, Wiraland telah membuat banyak gebrakan yang unik di kota Medan. Salah satu yang membuat Wiraland unik adalah keberhasilannya dalam mengubah proyek perumahan yang telah lama tidak diminati, sepi pembeli menjadi proyek perumahan yang diminati dan bahkan sold-out. Hal ini tentunya tidak mudah dan membutuhkan kejelian dan kepiawaian dalam mengolah suatu proyek yang telah lama ‘mati’ menjadi hidup kembali.

 






Tidak hanya sekedar membangun bangunan rumah, Wiraland juga berkomitmen untuk menghidupkan suasana perumahan sekitar dengan penghijauan dan membangun fasilitas yang menunjang gaya kehidupan sehingga penghuni bisa merasakan kenyamanan maksimal. Nah! Ini sesuai keingan saya. [Selengkapnya di http://wiraland.com]

Sedangkan misi Wiraland adalah menjadi perusahaan property terpercaya dan terunggul di Indonesia. Terpercaya. Poin yang tentunya benar-benar harus dipastikan sebelum membeli properti dari sebuah developer. Bisa dilihat dengan apakah realita sesuai dengan janji yang ditawarkan. Properti adalah investasi, di sana kita pertaruhkan hasil keringat kita, maka sudah sepatutnya kita berhati-hati, memilih developer yang dapat dipercaya. 

Saya semakin penasaran dengan Wiraland, maka saya lanjutkan penjelajahan saya dengan melihat-lihat beberapa properti Wiraland yang telah dibangun dan sukses di pasaran. Diantaranya 

Nah, salah satu yang sesuai dengan kebutahan keluarga kecil kami saat ini adalah River Valley Residence selain designya menarik, lokasi juga strategis. Tak kalah penting, harga sesuai budget. Yeaay. Bukan berarti nggak tertarik dengan projek yang lain, yang lebih mewah, hanya saja saya mencoba realistis.
 
River Valley Residence via
rivervalley.id

River Valley Residence ternyata merupakan hasil Akuisi Wiraland Property Group terhadapp projek Sejohor Asri, di medan Johor pada Kamis, 18 mei 2016 lalu. Luasnya mencapai 50 hektar. Aksi akuisisi ini tentunya menambah portfolio Wiraland yang memang dikenal jago menyulap projek terbengkalai menjadi lahan investasi bernilai tinggi. Sebut saja Menteng Indah dan Givency One yang bila direkam `before-after`nya akan menjadi satu studi banding yang luar biasa.
 
Dengan mengusung komitmen Environmental Reverse untuk menjadikan River Valley hunian dengan penghijauan terbaik di Sumatera Utara, Wiraland pada tahap pertama remanaging ini telah menanam 5000 pokok Ketapang Kencana di area proyek. 




Wah pasti adem banget ya nantinya. Saya sering mendapati developer yang mengusung kata green, asri dan semacamnya. Namun sayangnya, komitmen developer tersebut untuk membuat hunian hijau jauh panggang dari api. Penanaman pokok pohon sebelum proyek ditempati itu bertujuan agar ketika pembeli sudah menempati rumahnya, mereka mendapat kenyamanan dengan lingkungan yang asri. Apa yang dilakukan oleh Wiraland pastinya patut untuk ditiru oleh pengembang-pengembang lainnya.


Saya sangat berterimakasih kepada teman yang merekomendasikan Wiraland pada saya. Meski saya cocok dengan salah satu proyeknya, namun tak bisa kami jadikan pilihan karena letaknya di luar pulau. Akan tetapi setidaknya saya mendapat referensi serta gambaran yang lebih jelas mengenai rumah impian. Yaitu dengan menambahkan kategori “Perumahan Hijau nan Asri” di daftar kriteria rumah impian kami. 

Ya, semoga rejeki kami lancar dan segera menemukan rumah yang cocok, sesuai kriteria kami. Aamiin. 

5 komentar:

  1. Kalau saya rindu rumah dekat masjid/ mushola. Sedih kalau rumah jauh dari masjid/ musholla, suara azan lamat2 dengarnya :( Jadi besok kalau dikasih rizki untuk beli rumah sendiri, pengen cari yang dekat masjid/ musholla :)

    BalasHapus
  2. Terpecaya..nah itu harus dipegang teguh bagi setiap pemilik bidang usaha, track wiraland cukup menjajikan ya..

    BalasHapus
  3. Jadi pingin beli rumah :(

    BalasHapus
  4. jodoh juga punya harganya ya mba.. he2, beli rumah emang perlu yang dekat dengan fasilitas umum..biar enak kalau mau kemana2

    BalasHapus