Jumat, 15 Desember 2017

Menjaga Titipan



Memiliki buah hati pastinya merupakan dambaan dan anugerah terindah bagi setiap pasangan yang telah menikah. Bagaimana tidak, di luar sana ada banyak pasangan yang telah menantikan dan mengusahakan berbagai cara agar tangis si mungil hadir untuk meramaikan dan menambah warna bahagia dalam rumah tangga yang telah dibina.

Sempurna. Rasanya hidup telah sempurna sebab kini anugerah itu telah hadir dalam hidup kami.
Nah pastinya bakal lebih senang lagi kalau si baby nggak rewel dan nggak pernah sakit. Tapi ya sepertinya mustahil deh ada anak yang gak pernah sakit. Ya minimal demam, gitu. Huhhu

Iya, alhamdulillah sejauh ini Rayhan bisa dikatakan sehat. Rewelnya dia tuh pasca imunisasi. Sekali waktu sih pernah dia rewel, tapi itu mungkin disebabkan kelelahan setelah menempuh perjalanan darat dengan naik bis selama kurang lebih 14 jam. Perjalanan sejauh Ini sih emak sama bapaknya juga jadi pada pegel badannya, gimana anak bayi gak pegel juga. Makin rewellah dia sebab ditambah masuk angin. Alhasil berdasarkan saran tetangga si Rayhan disuruh dibawa ke tukang urut. 

Balik ke masalah imunisasi, kadang saya suka gimana gitu kalau denger tetangga yang anaknya gak pernah rewel setelah imunisasi. Secara si tetangga pake vaksin yang gak bikin demam. Kan.. Kaann.. Kalau yang seperti itu mesti bayar ekstra. Lah kita alhamdulillah masih bisa memanfaatkan BPJS,  jadi pakenya yang umum aja. Hehe

Rewelnya Rayhan tuh selain karena bekas suntiknya nyeri, dia juga demam. Mengikuti saran ibu bidannya, kalau si dedek rewel jangan lupa bekas suntikannya dikompres pakai air hangat. Sedangkan sebagai obat penurun demamnya dibuatkan obat yang digerus lalu dibungkus pake kertas itu. Khas dah, obat anak-anak banget. 

Namun karena mencoba meminimalisir penggunaan obat dan saya juga sedikit khawatir dengan pas tidaknya dosis obat yang dikasih tersebut, maka biasanya saya tunggu dan pantau terlebih dahulu apakah dia demam atau tidak. Kalau demamnya emang udah diatas 37 baru saya kasih.

Selama memantau demamnya saya juga melakukan hal-hal berikut untuk mengatasi demam dan ketidaknyamanannya pasca imunisasi:
1. Pakaiannya tidak terlalu tebal dan pastikan memakai bahan yang menyerap keringat dengan baik.

2. Bekas suntiknya dikompres air hangat agar dia merasa sedikit lebih nyaman. Alhamdulillah ini lumayan manjur.

3. Kompres harus dengan air hangat. Ini agar panasnya menguap gitu deh. Kalau pake air dingin justru tubuh dipaksa menghangat lagi dan lagi.

4. Kompres di kepala, dan lipatan tangan serta kaki.

5. Pantau selalu suhu  tubuh si kecil jangan sampe kecolongan deh. Kan kalau kita tahu berapa suhu tubuhnya kita bisa berancang-ancang untuk melakukan apa atau gimana.

6. Pastikan si bayi nyaman. Membungkusnya dengan selimut berlapis serta tebal justru tidak disarankan. 

Awalnya setiap mendapati si kecil rewel pasti bawaannya gak tenang, khawatir gitu deh. Tapi lama kelamaan terbiasa. Terbiasa khawatir maksudnya. Wkwk. Tapi ya seenggaknya udah tau mesti apa dan gimana. 

Yang awalnya saya pake obat penurun panas yang dikasih dan disarankan oleh pihak klinik namun sekarang saya bisa memilih obat yang kira-kira lebih sesuai. Bukan berarti saya bilang obat yang dikasih itu jelek lho. Hanya saja sebagai orang tua pasti berusaha memberikan dan mengusahakan yang terbaik bagi anak-anaknya, sama halnya dengan tetangga saya yang memilih vaksin yang nggak bikin demam demi tidak melihat anaknya rewel karena demam.


Nah, untuk sekarang saya memilih Tempra syrup sebagai obat penurun panas buat si kecil. Dengan beberapa alasan berikut:
1. Higienisitas. Yaps, obatnya itu dikemas sedimikian rupa. Tutup botolnya aja menggunakan pengamanan berganda. 4 lapis. Tutup luar, anti tumpah, lempengan perak semacam aluminium foil gitu, dan dibawahnya masih ada plastik. Dari sini saya yakin bahwa obat ini dibuat dan diproses dengan sangat hati-hati. 

2. Aman di lambung 

3. Tidak perlu dikocok karena memang sudah larut 100%

4. Dosis tepat. Jadi sebagai emak yang gampang khawatir ini bisa tenang sebab takarannya pas, gak over dosis ataupun kekurangan dosis.

5. Bekerja ampuh sejak pemakaian pertama. Jadi sejak pemakaian pertama itu rewelnya mulai berkurang.

Nggak cuma dipakai untuk mengatasi demam pasca imunisasi, saya juga pake saat dia menunjukkan gejala flu.
Tadinya masih menduga-duga, ini anak kenapa sih? Kok rewel. Ini itu gak mau. Maunya nemplok aja sama emaknya. Taunya pas diliat hidungnya agak meler. Langsung deh saya kasih Tempra Syrup. Dan Alhamdulillah setelah itu dia mulai ketawa-ketawa lagi

Kebetulan saat ini kami sedang pulang kampung. Kurang tahu juga apakah toko obat di sini ada yang jual Tempra, khususnya yang drop. Jadi beruntung banget sebelum pulang kemarin saya memastikan Tempra sudah termasuk salah satu isi kotak obat yang saya bawa.

Ini merupakan salah satu cara saya dalam menjaga titipan berharga yang telah Allah berikan. Memastikan yang terbaik untuk sang buah hati pada dasarnya sudah menjadi insting alami bagi setiap orang tua. Dan karena anak merupakan titipan, sudah sewajarnya setiap orang tua melakukan proteksi terbaik untuk si buah hati. 

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar