Jumat, 31 Agustus 2018

Cara Asik Hempaskan Toxic Dalam Tubuh Secara Alami



Selama kita merasa cukup, Tuhan akan mencukupkan.


Keseharian saya sebagai Ibu sekaligus Freelancer (Blogger)

Sebagai seorang ibu, saya sadar betul tanggungjawab saya terhadap tumbuh kembang anak saya. Bagaimana menjaga serta mendidiknya. Apalagi saya berjauhan dari sanak keluarga. Praktis anak tak pernah lepas dari saya. 

Dan sebagai seorang ibu, emak-emak pada umumnya, tak bisa dipungkiri bahwa rasanya ingin punya penghasilan sendiri diluar penghasilan suami. Ya, lumayan untuk nambah uang jajan. Atau berkirim kepada orangtua di kampung. Ada kebanggan tersendiri jika itu berasal dari rekening sendiri.

Bersyukur saya memiliki media untuk mewujudkan hal tersebut yaitu dengan menjadi freelancer. Namun saya lebih selektif dalam menerima pekerjaan. Pertimbangan jarak dan fee yang ditawarkan merupakan hal yang tidak bisa ditawar. Saya akan tanpa berpikir panjang menolak tawaran pekerjaan yang mengharuskan saya datang ke suatu acara yang tidak memperbolehkan membawa anak. Selain itu, jika fee yang ditawarkan tidak sepadan dengan jarak dan waktu yang harus saya korbankan, saya dengan berat hati menolak pekerjaan tersebut. 

Bahkan jika fee dan jarak acara masih wort it, saya tak henti meminta maaf kepada anak saya karena harus membawanya kerja. Meminta maaf karena membawanya nempuh jarak yang tak dekat. Untuk ketidaknyamanannya selama di perjalanan dan di acara. Serta untuk waktu bermain dan istirahatnya yang saya renggut hari itu.

Kini anak saya memasuki fase super aktif , mau tidak mau saya dituntut untuk lebih aktif juga. Tidak hanya sebatas mengasuhnya, membereskan urusan domestik juga merupakan sebuah tantangan. Tak mau mengambil risiko, akhirnya saya lebih  selektif dalam menerima pekerjaan. Lebih banyak menerima pekerjaan yang tidak mengharuskan saya hadir ke suatu acara. Alhamdulillah, selama kita merasa cukup, Tuhan akan mencukupkan. Poin plusnya, saya merasa lebih tenang dalam menjalani keseharian saya sebagai ibu dan freelancer. 


Permasalahan Umum yang terjadi di Kota Besar

Sebagai seorang anak desa saya tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari saya akan menetap di kota besar seperti Jakarta dan Bekasi. Namun pada akhirnya tinggal di kota besar merupakan sebuah tantangan tersendiri. Berbagai risiko harus siap saya terima. Apalagi kota besar dan padat seperti Bekasi, salah satu kota penyokong Ibukota. 

Permasalahan yang sering dialami oleh kota besar yang akhirnya harus saya saksikan;
1.       Kepadatan penduduk. Kota besar menjadi tujuan bagi masyarakat untuk mengadu nasib, alhasil banyak yang berbondong-bondong ke mari.  

2.       Macet. Imbas dari kepadatan penduduk berdampak pada semakin banyaknya jumlah kendaraan. 

3.       Polusi. Semakin banyaknya jumlah kendaraan, ditambah fakta bahwa kota Bekasi merupakan kota industri, menggenapkan masalah yang dihadapi Bekasi sebagai salah satu kota besar di Indonesia.

4.       Gaya hidup yang tidak sehat. Tingginya mobilitas setiap harinya membuat urusan memperhatikan kesehatan menjadi prioritas kesekian. Makanan cepat saji dan tidak sempat berolahraga kadang jadi pilihan. 

Pada akhirnya akumulasi dari semua risiko tinggal di kota besar ini dapat menjadi penunjang menurunnya kesehatan. Zat-zat tidak baik masuk ke dalam tubuh. Ditambah keseharian saya sebagai freelancer dan ibu rumah tangga dengan anak dalam fase super aktif yang menuntut diri saya memiliki mobilitas yang tinggi kadang memicu timbulnya stress, toxic pun menumpuk dalam tubuh. Yah, mau bagaimana lagi, saya toh hanya manusia biasa. Bukan manusia super.


Cara Asik Hempaskan Toxic Dalam Tubuh

Sebagai makhluk sosial yang berkewajiban untuk hidup bersosialisasi, kita tidak dapat menghindar ketika kehidupan mengantarkan kita bertemu orang-orang yang tidak tepat, yang berpotensi jadi toxic dalam hidup kita. Pun dalam kehidupan sosial yang padat itu, ada banyak zat zat yang tidak baik yang tanpa sadar terhirup masuk ke dalam tubuh. 

Bagaimana cara mengatasinya? Yang pasti sih jangan dibawa stress, dibawa asik aja. Begini cara #AsikTanpaToxic  ala saya:  


1.       Bebaskan pikiran.
Bisa dengan liburan dan belanja-belanji syantik ke emool. Dan abaikan orang-orang yang berpotensi jadi toxic. Saya mencoba untuk tidak ambil pusing dengan omong kosong yang menyudutkan dan menghakimi. Toh mereka tidak tahu apa-apa tentang kehidupan pribadi saya. Pokoknya bersihkan hari aktifmu guys dengan melakukan refreshing.

2.       Mulai gaya hidup sehat.
Mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan mulai rutin olahraga. Kelihatannya tidak mudah, tapi ini wort it untuk diperjuangkan.

3.       Konsumsi madu dan lemon.
Madu dan lemon sudah sejak dahulu dikenal sebagai dua bahan alami yang banyak dimanfaatkan untuk meningkat daya tahan tubuh. Madu dan lemon memiliki kebaikan alami yang dapat kita andalkan untuk mengikat dan membuang zat-zat berbahaya di dalam tubuh.

Rasa manis dari madu dipadu dengan kesegaran yang diberikan lemon merupakan salah satu cara saya agar tetap bugar. Menyingkirkan zat-zat tidak baik yang terlanjur masuk ke dalam tubuh.

Selain vitamin C yang berlimpah, lemon mengandung Potassium atau Kalium yang dapat mengendalikan Tekanan Darah Tinggi, pusing dan mual serta memberikan sensasi yang dapat menenangkan pikiran dan tubuh.



Kebaikan Alami Madu dan Lemon dalam Natsbee
Natsbee Honey Lemon yang terbuat dari perpaduan madu dan lemon asli dibuat untuk menemani kamu menjalani aktivitas. Tidak masalah seberapa padatnya aktivitasmu, Natsbee Honey Lemon akan mengembalikan kesegaran tubuh dan menjadikannya bersih kembali.
 
Hidup asik tanpa toxic
Merasa cukup merupakan salah satu cara menghindari toxic yang berasal dari pikiran. Tak merasa cukup akan membuat kita merasa cemas, lalu stress. Haha

2 komentar: