Kamis, 27 Desember 2018

3 Alasan Pesisir Barat Lampung (Krui) Harus Ada Dalam Agenda Liburanmu

Senja di Pantai Tanjung Setia - Krui. (Dokumen pribadi) 

Selamat akhir tahun teman-teman. Sebelumnya, suasana duka pastinya masih menyelimuti kita semua atas tsunami yang melanda Selat Sunda. Doa terbaik mari kita langitkan untuk para korban. Semoga khusnul khotimah, untuk korban meningggal. Dan diberi ketabahan serta kekuatan untuk bangkit bagi korban selamat.

Selanjutnya selamat menyongsong tahun baru, tahun penuh harapan untuk kita semuanya. Biarlah, 2018 berlalu bersama resolusi-resolusi yang tak sempat terpenuhi. Yang sebenarnya ia merupakan resolusi 2017, yang disusun pada 2016, dan diangankan sejak tahun 2015. 


Akhir tahun pastinya identik dengan suasana liburan. Nah, kali ini saya akan merekomendasikan tujuan wisata yang harus banget ada di agenda kalian. Karena bukan hanya panorama alamnya yang masih terjaga, namun masih ada daya tarik lainnya yang saya yakin akan menambah khasanah bagi kalian semua.

Adalah Kabupaten Pesisir Barat – yang terletak di propinsi Lampung. Tanah kelahiran saya. Untuk selanjutnya kita sebut Krui, saja, ya. 


Bebatuan, nyiur, langit biru, sungguh kombinasi yang aduhai. Pantai Way Tebakak, tepat sebelum menyeberang ke pulau pisang. (Dokpri) 


1.    Pantai yang masih alami dengan ombak salah satu yang terbaik di dunia. 

 Sebagaian besar wilayah Lampung terletak di garis pantai. Jadi tidak mengherankan jika salah satu wisata andalan Krui ini adalah pantai yang masih alami.

Sssttt… pesona pantai di Krui ini bahkan telah tersebar ke mancanegara lho. Terbukti dengan semakin tingginya kunjungan turis mancanegara dari tahun ke tahun. Banyaknya pengunjung dari mancanergara ini pula yang mendorong menjamurnya losmen (homestay) di sepanjang Krui ini. Salah satu tujuan para pelancong mancanegara ini adalah untuk melakukan olahraga selancar. Konon, ombaknya disebut salah satu terbaik di dunia.

Wisatawan mancanegara sedang Pacu adrenalin dengan salah satu ombak terbaik dunia untuk kegiatan surfing. (via ig @sai_lampung

Nah salah satu satu pantai yang penuh pesona itu adalah pulau pisang.

Dengan luas sekitar 2.310 hektar, Pulau Pisang merupakan satu kecamatan yang terdiri dari 6 (enam) desa, yaitu Suka Marga, Pekon Lok, dan Bandar Dalam, Pekon Labuhan, Pekon Pasar, dan Sukadana. Tapi tenang, meski terdiri dari 6 desa, Pulau ini masih bisa dijelajahi hanya dalam satu hari saja.

Di pulau ini kalian dapat menyaksikan keindahan pantai yang sangat menakjubkan. Mulai dari hamparan pasir putih, birunya laut lepas, dan hembusan angin sepoi-sepoi lengkap dengan nyiur yang melambai.

Selain itu, kalian juga dapat menyaksikan rumah-rumah tradisional yang usianya bisa jadi sudah mencapai 50-100an tahun. Adanya sebuah sekolah peninggalan Belanda membuat saya percaya bahwa Krui pernah menjadi daerah kekuasaan Belanda. Huhu

Untuk sampai ke Pulau Pisang ada dua alternative penyeberangan.
Pertama, melalui Pelabuhan Tebakak yang letaknya sekitar 20 menit perjalanan darat. Dari Pelabuhan Tebakak menuju Pulau Pisang kita naik jukung (kapal nelayan) dengan baiaya Rp 15.000/orang. Perjalanan laut ini ditempuh selama 15-20 menit.

Pilihan kedua, melalui Dermaga Kuala Krui. Hanya saja kalian harus siap melakukan perjalanan laut hingga 1 jam. Memang lebih lama, namun ombak di jalur ini cukup bersahabat.


Oya jika beruntung, selama penyeberangan kita bisa menyaksikan kawanan lumba-lumba di sekitar perairan Pulau Pisang ini lho. Saya sendiri sepertinya sedang tidak beruntung. Haha


2.    Budaya yang masih terjaga

Wisata budaya belakangan memiliki daya tarik tersendiri. Nah, kalau kalian berniat melakukan wisata budaya Lampung, Krui merupakan salah satu wilayah yang masih memegang teguh adat istiadat setempat.

Budaya Lampung terdiri dari dua adat, yaitu adat Pepadun dengan bahasa daerah menggunakan dialek O. Dan untuk daerah Krui menggunakan adat Sai Batin dengan bahasa daerah dialek A.

Sebagian besar acara adat Lampung terdapat pada acara pernikahan. Terutama di acara pernikahan keluarga pemuka adat.

Pohon damar yang menjulang. (Via ig @sai_lampung)

3.    Damar Mata Kucing – Penyuplai Terbesar di Indonesia


Nah buat kalian yang berkunjung ke Krui, pastinya rugi banget deh kalau tidak menyaksikan langsung hamparan kebun damar di sini. Pohonnya yang menjulang tinggi tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pemiliknya, namun pohon-pohon ini menjaga wilayah Krui tetap hijau dan sebagai tempat hidup berbagai hewan.

Bagian yang paling banyak memberi nilai ekonomi adalah getah yang keluar dari sayatan dengan pola khusus yang ditorehkan di pohon damar.

Kebun damar di Krui, kebanyakan merupakan warisan turun temurun. Jadi bisa dikatakan bahwa ini merupakan salah satu bentuk keberhasilan masyarakat lampung dalam melakukan pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Karena Pohon ini baru bisa menghasilkan getah secara maksimal pada usia 10-20 tahun. Pohon ini bahkan bisa bertahan hingga 40 tahun atau lebih lho.



===
Agar bisa menyaksikan 3 pesona Krui di atas dalam satu paket, saya sarankan kalian berkunjung ketika diadakan Festival Teluk Stabas. Dalam festival tersebut, kalian bisa menyaksikan kirab budaya, festival ngunduh damar, hingga lomba surfing internasional.

Menuju Krui dari Bandarlampung kalian harus menempuh perjalanan darat kurang lebih 6-8 jam perjalanan. Saya sarankan lebih baik melawati jalur lintas barat. Karena selain jarak yang lebih dekat, medan jalan juga lebih bersahabat. Selain itu kalian juga berkesempatan membelah hutan TNBBS (Taman Nasional Bukit Barisan Selatan) yang cukup memanjakan mata atau kadang memacu adrenalin jika kurang berhati-hati.

Adapun jalur yang dilewati adalah Bandar Lampung - Kemiling - Gedong Tataan - Gading - Pringsewu - Talang Padang - Gisting - Kotaagung - Hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan - Bengkunat - Krui - Dermaga Tembakak.

Namun bagi kalian yang ingin bermalam atau beristirahat sejenak di kota Bandar lampung, tinggal buka pegipegi untuk memilih tinggal di hotel dengan kisaran biaya yang cukup bervariatif. Tinggal pilih fasilitas seperti apa yang kalian inginkan.

2 komentar:

  1. Aku baru tahu pohon damar bisa berumur tua gitu. Bagus banget ya bisa diwariskan turun temurun, jadi gak cepat punah dengan pembebasan lahan

    BalasHapus
  2. Kalau baca yang gini-gini, jadi auto liat PegiPegi deh.
    Keren banget ya pantainya, Indonesia emang punya banyak banget pantai yang keren-keren.

    Lampung juga jadi wish list kami nih, banyak hal yang bisa dilakukan di sana :)

    BalasHapus