Jumat, 14 Desember 2018

Mengenal Interlac yang Ampuh Atasi Masalah Pencernaan Pada Anak


Masalah pencernaan pada bayi atau pun pada orang dewasa sejatinya merupakan hal yang kadang tidak bisa diprediksi. 

Ini terjadi pada bayi saya. Ketika saya sudah mencoba sebaik mungkin untuk menjaga asupannya, menjaga kebersihan badannya, namun gangguan pencernaan itu tak dapat saya hindari. Yang lebih parah, saya bahkan tidak tahu apa tepatnya yang harus saya lakukan dalam merawatnya. Hal ini membuat saya merasa nggak berguna banget sebagai orangtua. Merasa kurang banget ilmunya. Sekaligus semakin sadar bahwa menjadi orangtua sejatinya butuh ilmu yang mumpuni. 

Berbeda dengan orang dewasa yang perawatannya tentu lebih mudah, karena tahu apa dan bagaimana yang harus dilakukan. Senggaknya orang dewasa tidak akan menolak minum obat, makan dan minum pasti diusahakan. Beda dengan bayi.

Ketika Rayhan Terpaksa Dirawat Di Rumah Sakit 


Pagi itu, sekitar jam 3, saya terbangun karena menyadari gerakan Rayhan yang tiba-tiba. Dia seolah tidak nyaman dan minta didudukkan. Tidak lama kemudian Rayhan muntah. Meski masih dalam batas normal, tetap saja saya merasa khawatir. 

Setelah dibersihkan, Alhamdulillah dia mau tidur lagi. Namun berselang kurang lebih satu jam, dia terbangun dan muntah lagi. Kali ini dalam muntahannya cukup banyak, seprai dan baju saya pun berceceran muntahannya. 

Siapa nyana, menjelang pagi keadaannya memburuk. Ia mulai enggan makan ataupun sekedar minum. Pikiran saya pagi itu mulai kalut, tanpa pikir panjang saya meminta suami untuk segera  membawanya ke rumah sakit. Ya, untuk pertama kali, akhirnya Rayhan harus di rawat di rumah sakit. Selama 4 hari. Hiksss…

Hilang Diare Timbul Sembelit

Sepulangnya dari rumah sakit, Rayhan masih rewel. Seperti masih ada yang dirasa. Dan ini berlangsung hampir 1 minggu. Saya sih tidak berpikir macam-macam. Positif thinking saja. Mungkin karena dia merasa capek, selama di rumah sakit kan Cuma bisa rebahan. Segala gerak gak bebas.

Namun saya perhatikan, kok frekuensi BAB nya jadi jarang, tidak rutin setiap hari. Kadang 2, bahkan 3 hari baru BAB. Itupun dengan tekstur yang lengkat, kadang keras. 

Byuuhh.. jujur saya nggak ngerti kenapa. Sayuran dan buah Alhamdulillah Rayhan suka. Jadi masalahnya di mana. Lagi-lagi saya bingung. Duh, jadi emak-emak kok jadi gampang bingung gini yak..hahha

Berkenalan dengan Interlac

Hari gini, ada gitu emak-emak yang tidak tergoda diskon? Bagi saya, diskonan apapun yang berhubungan dengan perintilan bayi sudah pasti menggoda iman. Itu juga yang membuat saya melangkah ke IMBEX (Indonesia Maternity, Baby & Kids Expo) di JCC – Jakarta, 30 Nopember lalu.

Setelah lelah mengitari berbagai booth dengan diskonan yang sukses bikin ngiler, saya melihat ada kerumunan pengunjung di depan Active Stage Hall B. Ternyata saat itu sedang berlangsung talkshow yang diadakan oleh Interlac, dengan tema “Mengenal Fakta dan Cara Penanganan Sembelit Pada Bayi dan Anak”, dengan narasumber dr. Intan Diana Sari dan Bapak Muhammad Nurhadi, perwakilan dari @interlacprobiotics

Berhubung saya merasa membutuhkan informasi ini, saya lalu mencari bangku kosong untuk ikut mendengarkan talkshow tersebut. Kontan, hari itu selain memperoleh ilmu tentang masalah-masalah pencernaan serta cara mengatasinya, saya juga berkenalan dengan Interlac. 


Sembelit:  Tanda, Penyebab dan Cara Mengatasinya.

Kita pasti tidak asing dengan kata sembelit. Yaitu keadaan dimana BAB tidak lancar. Biasanya akan menyebabkan perut terasa tidak nyaman. Mau makan rasanya begah, tidak makan kok ya lapar. Kondisi ini seringnya terjadi pada bayi dan anak-anak.

Adapun ciri sembelit selain frekeunsi BAB berkurang, dilihat dari tekstur juga lebih padat atau lengket. Akibatnya anak-anak jadi rewel.


Penyebab Sembelit ini bisa jadi efek trauma,perubahan pola makan, dehidrasi, kurang gerak, atau adanya kondisi medis lainnya.

Untuk mengatasinya kita bisa melakukan pijat ILU pada perut si kecil. Memastikan bahwa kebutuhan cairan dan seratnya terpenuhi juga harus dilakukan. Dan yang tidak kalah penting, jangan ragu memberinya probiotik. 

Namun, menurut dr. Intan Diana Sari, Sebelum mengkonsumsi probiotik kita harus tahu terlebih dahulu apa manfaatnya. Dosisnya juga harus sesuai”. 


Pengertian Probiotik sendiri adalah, mikroorganisme hidup yang bila dikonsumsi dengan jumlah yang cukup dapat memberikan manfaat kesehatan bagi penggunanya. Dalam pengertian lain, probiotik berarti bakteri baik yang dapat hidup di saluran pencernaan dan berperan menjaga kesehatan dan pencegahan penyakit pada manusia. 

Berikut syarat Probiotik menurut WHO:

Sedangakan bakteri yang memenuhi syarat probiotik sebagaimana di atas adalah Lactobacilus dan Bifidobacterium. 

Mengapa Interlac?


Interlac merupakan Probiotik yang memiliki kemampuan super serta telah teruji secara klinis. Terjamin kemanannya untuk segala usia dan bahkan telah mendapat predikat keamanan tertinggi, Generally is Safe (GRAS) dari FDA Amerika Serikat. 

Di Indonesia INTERLAC® adalah satu-satunya probiotik yang mengandung Lactobacillus reuteri Protectis yang dipatenkan oleh BioGaia - Swedia, yang merupakan pelopor probiotik di dunia. Probiotik ini merupakan salah satu probiotik yang paling banyak diteliti di dunia dengan efikasi dan keamanan yang terbukti klinis, efektif dan aman untuk segala usia. Mulai sejak baru lahir hingga orang dewasa.  Interlac telah direkomendasi dokter di lebih dari 90 negara.


Manfaat Interlac:
  • Terbukti efektif mengatasi kolik dan regurgitasi (gumoh) yang sering dialami bayi.
  • Terbukti efektif mengatasi diare, konstipasi, dan efek samping dari antibiotic.
  • Aman untuk pemakaian jangka panjang pada segala usia, termasuk aman untuk bayi premature.

Penggunaan Interlac pada bayi baru lahir juga terbukti aman serta efektif untuk meningkatkan imunitas. Karena bisa membantu mencegah dermatitis Otopik, mencegah infeksi, serta menaikkan imunitas bayi terhadap alergi. Secara kan,faktanya bayi yang baru lahir itu sangat rentan terhadap serangan berbagai penyakit. 


Varian dan Aturan Pakai Interlac

1.    Interlac Drop (Untuk bayi 0-3 tahun)
Rasanya plain. Sebelum digunakan kocok terlebih dahulu, dan sebaiknya menggunakan sendok agar tidak tercecer.

 
2.    Interlac Sachet (Untuk bayi dan anak 1-5 tahun)
Diberikan dengan cara dilarutkan dengan sedikit air, sebaiknya menggunakan sendok. Untuk rasanya juga plain sehingga kita tidak perlu khawatir anak trauma obat.



3.    Interlac tablet Kunyah Strawberry (Anak-anak dan Remaja)
Cara konsumsinya gampang sekali, tinggal dikunyah.




4.    Interlac Tablet Kunyah Lemon (Dewasa)
Ini juga tinggal dikunyah, ya.


Nah ketika kita perlu mengkonsumsi Interlac ini, pastinya ada ketentuan waktu yang dibutuhkan sampai obat ini bekerja maksimal. Dan ternyata tingkatan usia serta jenis gangguan pencernaan yang dialami butuh waktu yang berbeda juga. 

Pemakaian Interlac Untuk bayi 0-3 :
  • Diare : 5 hari pemakaian
  • Konstipasi: 2 minggu pemakaian
  • Gumoh/Regurgitasi: 4 minggu pemakaian
  • Kolik: 3 minggu pemakaian 
  • Imunitas: Pemakaian jangka panjang
Pemakaian Anak diatas 3 tahun - Dewasa:
  •  Diare: 5 hari pemakaian
  • Konstipasi: 2 minggu pemakaian
  • Konstipasi kronis pada dewasa: 1 bulan pemakaian
  • Menaikkan Sistem Imun: Pemakaian jangka panjang
  • Bisa digunakan untukpendamping konsumsi antibiotik.
Interlac berbeda dengan suplemen probiotik lain. Walau memiliki manfaat menyembuhkan dan melindungi (obat), Interlac tidak memilki efek samping. Sehingga kita tidak perlu khawatir untuk pemakaian jangka panjang.

Memperoleh Interlac ini cukup mudah. Bisa dibeli secara offline di Guardian, Viva Health, dan baby shops. Untuk membelinya secara online bisa ke Mothercare.co.id, JD.ID dan Orami.

Jujur saya menyesal karena terlambat mengenal Interlac ini. Saya membayangkan, andai sajaa..oh Rayhan tidak perlu dirawat di rumah sakit. Rayhan mungkin tidak sampai sebegitu lemasnya.
Yah, setidaknya sekarang saya sudah tahu. Kedepannya saya yakin bisa lebih baik dalam melindungi Rayhan dari segala gangguan pencernaan. Aamiin.


Informasi lengkap mengenai Interlac, teman-teman bisa buka di
Website       : www.interlac-probiotics.com
Instagram     : @interlacprobiotics
Facebook      : interlacprobiotics

Tidak ada komentar:

Posting Komentar