Kamis, 10 Januari 2019

Cara Atasi Lebam dengan #AksiFlashBunda



Sewaktu kecil saya sering mendapati lebam di beberapa bagian tubuh emak. Jadi kadang kalau bangun tidur tiba-tiba ada lebam di bagian paha atau tanggannya. Setiap kali saya tanyakan apa penyebab lebam, emak selalu menjawab bahwa lebam itu bekas colekan hantu. Saya yang tidak tahu apa-apa hanya menganggung-angguk seolah mengerti. Dan tidak ada bantahan. Malah bertanya hantunya seperti apa dan dimana. Kalau diingat-ingat lagi saya sering tertawa geli dengan jawaban yang beliau berikan. Hihi 


Setelah beranjak dewasa, saya mulai mengerti apa yang menyebabkan lebam muncul secara tiba-tiba di tubuh emak

-          Berat badan berlebih
Setelah melahirkan 6 anak, emak akhirnya merasa cukup dengan adik saya sebagai bungsunya. Nah sebagai upaya untuk menghindari kehamilan, hal yang lumrah dilakukan adalah dengan KB. Sayangnya KB membuat badan emak membengkak, dengan kata lain gemuk.

Dengan kodisi badan seperti ini otomatis kadar lemak dalam tubuhnya juga bertambah. Apesnya, semakin tinggi kadar lemak seseorang  maka makin mudah juga ia mengalami memar. Duh, emakku sayang, emakku malang.

-        Sinar Matahari Berlebih
Sebagai orang kampung, sudah menjadi rahasia umum bahwa mata pencarian utamanya adalah dengan bertani. Dari pagi hingga sore emak berjibaku di sawah di bawah sengatan sinar matahari.

Memang sinar matahari pada dasarnya dibutuhkan oleh manusia, namun pastinya dengan kadar yang sewajarnya. Ketika paparan sinar matahari yang kita terima berlebih, ternyata akan mengurangi kadar kelenturan dan ketahanan kulit. Hal ini yang menyebabkan timbulnya memar di badan emak.

Dalam dunia kedokteran memar atau perdarahan di bawah kulit dikenal dengan nama petekie/ hematom, dapat timbul akibat pecahnya pembuluh darah kecil/ maupun besar di bawah kulit.
Penyebab lebam sendiri sebenarnya ada banyak, hanya saja pada kasus emak, dua faktor ini yang paling dominan. Lantas bagaimana dengan saya sendiri?


Saya dan Lebam

Berkaca dari pengalaman emak, saya akhirnya sangat selektif dalam hal memilih KB. Benar-benar cari yang minim risiko. Meski yaaaa..nyatanya tak ada yang benar-benar tanpa risiko sih.  Haha
Namun bicara tentang lebam, bukan berarti saya tidak pernah mengalaminya. Sebagai ibu rumah tangga dengan anak yang lagi aktif-aktifnya, lebam adalah sesuatu yang tidak bisa saya hindari. 
Normalnya luka dalam atau memar (lebam) adalah pecahnya pembuluh darah kapiler dibawah kulit akibat benturan dengan benda tumpul. Saat pembuluh darah pecah, maka darah akan menyebar ke jaringan sekitarnya yang mengakibatkan timbulnya rasa nyeri dan perubahan warna kulit.
Sekali waktu, ketika lagi semangat-semangatnya beberes rumah, kaki saya malah terantuk tangga. Awalnya kyaa—kyaa—kkkyaaa (kesakitan dan ngilu) setelah itu reda dan diabaikan. Lalu beberapa jam kemudian saya heran doong, kok malah jadi lebam. 

Atau ketika lagi asik menemani Rayhan main, sayanya malah diseruduk sama dia. Duh, ngilunya jangan ditanya. Rasanya ngilu sampai ke ulu hati deh. Beneran. Haha. Tapi ya gimana, anak sendiri ini. Toh dianya nggak sengaja. Pada akhirnya saya harus mengatakan “selamat datang lebam”, hiiikkss.


Risiko Lebam Pada Anak Aktif

Saya rasa memang sudah fitrah dari sananya bahwa setiap anak itu pada dasarnya aktif. Karena anaka kecil memiliki rasa ingin tahu yang menggebu-gebu. Begitu juga Rayhan. Bahkan sejak sebelum bisa berjalan anak ini udah nggak bisa diam. Apalagi setelah bisa berjalan. Semua ingin ia jelajahi. Naik turun tangga, dan berlari kesana kemari. 

Pada dasarnya saya senang memiliki anak yang aktif seperti ini. Selain menumbuhkan jiwa sosialisasinya, banyak bergerak juga akan menyehatkan fisik serta psikisnya. Masih ingatkan pepatah “di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat.” Yuhhuuuu.. hahaha 

Masalahnya, walau selalu diingatkan untuk berhati-hati, tetap saja terkadang ia jatuh terjerembab atau terantuk sesuatu. kalau sudah begitu, Bundanya yang ngilu. Ngilu mendengar jerit tangisnya. Pun dengan memar yang senantiasa menghiasi kulitnya.

Duh, saya mah bingung kalau disuruh nyebutin aksi ajaibnya Rayhan ini. Masalahnya hampir setiap hari pasti ada saja kejadian ya jatuh lah, nabrak, dan semacamnya.

Naik tangga. emaknya dagdigdug dooong..haha

Berlarian di atas loteng. fyuuhh..fyuuhh..elus dada. haha


Tahapan Perubahan Kulit Saat Lebam

Tahapan perubahan warna kulit pada saat terjadinya lebam bisa jadi berbeda-beda, tergantung keras tidaknya benturan. Namun secara umum, tahapan perubahannya sebagai berikut:

•    Merah :
Tidak lama setelah terjadinya benturan, kulit akan terlihat kemerahan. Jika benturannya kuat, rasa nyeri dan sedikit bengkak juga akan timbul

•    Kebiruan hingga ungu gelap

Warna memar kemudian menjadi kebiruan atau ungu gelap setelah satu atau dua hari pasca benturan. Akibatnya, Hemoglobin yang berwarna merah berubah menjadi biru karena minimnya suplai oksigen dan terjadinya pembengkakan.

•    Hijau pucat
Ketika hemoglobin yang terdapat dalam darah mulai terurai ini artinya proses penyembuhan sedang berlangsung. Warna memar akan berubah kehijauan, dan biasanya terjadi sat memasuki hari keenam

•    Kuning Kecoklatan
Ini merupakan tahap akhir. Di mana luka memar akan berubah warna menjadi lebih terang, yaitu kuning pucat atau cokelat muda, terjadinya setelah seminggu sejak terjadinya benturan. Selanjutnya memar akan  menghilang secara perlahan dan kembali ke warna asli kulit.

Terbiasa dan Akhirnya Temukan Solusi Tepat Atasi Lebam

Seiring berjalannya waktu, saya semakin terbiasa dengan kehadiran si lebam. Meski begitu bukan berarti saya tidak melakukan apa-apa. Saya mencari berbagai informasi bagaimana cara mengatasi dan agar gak takut lebam. Dan pada akhirnya saya berkenalan dengan Thromboflash.


Awal perkenalan memang biasa saja. Karena untuk menjadi luar biasa nyatanya kita harus dekat terlebih dahulu (asseeekk..wkwk). Jadi untuk membuktikan keampuhan Thromboflash untuk luka dalam/memar/lebam saya selalu mengaplikasikannya di kulit saya yang terkena benturan. Oh ya, tentu diaplikasikan ke ayahnya juga dong. Soalnya pekerjaan si ayah lumayan berat dan cukup berisiko, tak jarang terjadi benturan dan semacamnya.

Setelah beberapa kali dicoba, pada akhirnya saya sampai pada satu kesimpulan: Thromboflash wajib ada di kotak P3K. Yeay! Akhirnya satu permasalahan terselesaikan.


Kenapa Harus Thromboflash

Fyi, saya merekomendasikan ini karena memang berdasarkan pengalaman. Setelah dicoba. Dengan mengenali lebih dekat, saya tidak memiliki keraguan sedikit pun untuk menjadikannya sebagai Sahabat keluarga. Berikut alasan lengkapnya:

1.    Halal MUI
Thromboflash Bersertifikasi HALAL sehingga aman dan nyaman. Dengan sertifikasi halal maka suatu produk secara tidak langsung menunjukkan kepeduliannya terhadap konsumennya. Dalam hal ini, Thromboflash.id telah memberikan rasa aman dan memberikan pilihan produk yang berkah bagi seluruh penggunanya.

2.    Sertifikasi BPOM

Ketika suatu produk telah terdaftar BPOM maka kita bisa merasa tenang terhadap keamanan dari bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. Uji lab yang dilakukan BPOM tentunya tidak dilakukan secara sembarangan karena tujuannya adalah untuk Melindungi konsumen.

3.    HEPARIN berasal dari Bovine (mucosa sapi)
Tiap gram gel Thromboflash ini Bahan aktifnya adalah HEPARIN SODIUM 200 IU. Lebih tepatnya THROMBOFLASH mengandung HEPARIN yang berasal dari mucosa sapi.

Heparin ini bekerja dengan cara melarutkan gumpalan darah yang berada di bawah permukaan kulit akibat memar, membantu mengurangi peradangan, serta melancarkan peredaran darah untuk mempercepat penyembuhan

4.    Praktis dan tidak lengket
Ketika terjadi benturan, langsung saja oleskan Thromboflash. Bentuknya yang mungil, praktis untuk dibawa selama perjalanan. Baik itu ketika liburan atau ketika mudik. Gelnya tidak lengket dan mudah meresap lho. Jadi kitanya nggak perlu merasa risih atau gimana gituu..

Cara mengaplikan thromboflash ini gampang banget, tinggal pencet lalu oleskan  ke bagian tubuh yang memar. Bisa dilakukan 2 – 3 kali dalam sehari atau sesuai kebutuhan.

 So, kamu atau keluargamu sering memar? Udah cobain Thromboflash belum?

1 komentar:

  1. Aku pakai ini juga karena halalnya mba jadi nyaman dan aman pas anak lebam lebam deh.

    BalasHapus