Senin, 03 Juni 2019

Ngabuburit Seru Sambil Ngilmu



Ramadhan sudah mau usai.  Kalau sudah begini perasaan jadi campur aduk deh. Ada senang tapi pasti ada sedihnya juga.

Sedihnya, duh saya tau diri banget kalau diri ini belum maksimal dalam melakukan segala ibadah yang berhubungan dengan ramadhan. Ngerasa rugi aja. Karena kan semua ibadah di bulan ramadhan itu pahalanya dilipat gandakan.  Baik itu ibadah wajib atau ibadah sunnah lainnya. Pokoknya masih banyak banget dah bolongnya.

Senangnya karena masih dipertemukan dengan ramadhan tahun ini. Masih diberikan kesempatan merasakan segala kesyahduan yang hanya bisa dirasakan di bulan ramadhan seperti saat ini. Termasuk salah satunya tentang kebiasaan ngabuburit.  

Happy Kid = Happy Mommy

Nah ngomongin tentang ngabuburit nih, beberapa hari yang lalu saya membawa Rayhan buka puasa di luar. Acara yang diadakan oleh NestlĂ© LACTOGROW pada Selasa 21 Mei 2019 merupakan sebuah workshop yang bertajuk “Grow Happy Parenting: Happy from the Inside Out”. 


Memang jaraknya dari rumah tuh lumayan jauh, namun berhubung ini bukan ngabuburit biasa saya rela menempuh jarak tersebut. Ya selain itu biar nggak bosen aja di rumah. Sekalian mengenalkan Rayhan dengan kegiatan bundanya. Di sini dia juga bisa bertemu dengan kawan-kawan baru.

Keliatan banget sih dia senang, soalnya di tempat tersebut disediakan semacam playdground gitu. Dan sejak awal Rayhan itu main aja kerjaannya. Pokoknya dia happy banget deh. Bundanya juga pastinya happy dong. Bertemu teman-teman yang sudah lama tidak saling sapa secara langsung. 

Btw sesuai judul tulisan ini “Ngabuburit Seru Sambil Ngilmu”, di sini selain kumpul seru sama teman-teman, kami juga bisa ngilmu. Yang mana ilmunya itu pas banget dengan permasalahan emak-emak. Yaitu tentang kesehatan pencernaan anak. Yang mana ternyata kesehatan pencernaan anak itu sangat berpengaruh terhadap tingkat kebahagiaan sekaligus kecerdasannya.

WADDIDAWW…Kok bisa? Saya juga takjub pas pertama kali tahu tentang fakta ini. Ketakjuban pun berlanjut ketika kak Paramudita Sarastri, membuka acara dengan pertanyaan-pertanyaan yang cukup membuat otak berpikir dan hati terenyuh. Misal, pertanyaan tentang hal yang apa saja yang membuat anak bahagia. Apakah nutrisi berperan mendukung anak tumbuh bahagia? Dan kenapa sih anak-anak harus tumbuh bahagia? Intinya kak Paramudita Sarastri, kami dan orang tua pada umumnya mendukung kebahagiaan anak dan keluarga.

Duh, beneran deh, bikin saya mikir. Apakah selama ini pola makan dan pola asuh yang saya terapkan selama ini sudah benar? Ternyata anak tidak hanya butuh tumbuh sehat, tapi anak juga harus tumbuh bahagia agar dapat mendukung kesuksesan dan kebahagiaannya di masa depan. Dan keluarga bahagia tentu saja sangat berpengaruh terhadap tingkat kebahagiaan anak.

Dan selanjutnya ada dua materi yang super kece yang saya pelajari saat itu, pertama tentang Pencernaan Sehat untuk anak Bahagia dan Pintar yang disampaikan secara jelas oleh Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK. Dan yang kedua tentang Memaksimalkan Peran Orangtua dalam Memelihara Kebahagiaan Anak oleh psikolog, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi. 


Pelajaran Pertama: Pentingnya Kesehatan Pencernaan Anak

Ada begitu banyak penelitian yang membuktikan bahwa ternyata, system pencernaan merupakan otak kedua kita.

Logikanya adalah, semua zat gizi yang dibutuhkan dari ujung kaki hingga ujung rambut masuknya lewat mulut dan lambung. Jadi zat yang dibutuhkan oleh otak, jantung dan sebagainya itu berawal dari system pencernaan. Yang tentu saja apa yang masuk ke dalam system pencernaan harus memiliki kandungan gizi yang seimbang. 


Menurut Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK untuk mengetahui seberapa baiknya perkembangan anak bisa dilihat dari 1000 hari pertama si anak, atau biasa disebut golden age. Dimulai dari masa kehamilan, 9 bulan hamil sejak sperma dan telur ketemu. 12 bulan pertama lalu 12 bulan kedua.

Satu fakta yang cukup mengejutkan buat saya adalah, bahwa ternyata awalnya sistem pencernaan dan otak itu bersumber dari 1 sel.

Nah berhubung usus pada anak masih sangat rapuh dan jarang, intinya belum sempurna gitu ya, maka nggak heran kalau semua yang masuk ke dalam usus mempunyai kemungkinan untuk diserap seluruhnya oleh tubuh. Jika zat makanan yang masuk buruk, dapat menjadi alergen bagi anak. Atau bisa juga jadi diare, atau konstipasi, atau kelainan sistem pencernaan. Sebuah kelainan yang fundamental pada anak karena dapat menimbulkan berbagai masalah.seperti rewel , capek dan stress.

Ketika stressor keluar secara berlebihan dalam bentuk tangis, marah dan tantrum si kecil, maka hormon stres, antiendorfin yang mencegah rasa bahagia akan meningkat. Nah stres ini sangat berpengaruh bagi si kecil karena akan membuat sistem saraf pusat si kecil tidak bisa berkembang secara optimal karena sudah terforsir untuk memperbaiki dan menenangkan dirinya. 

Sistem pencernaan tak sehat - anak rewel - stres - tidak bahagia - kecerdasan (pintar) tidak maksimal.

Yah jangankan anak-anak ya, kita yang sudah dewasa aja kalau lagi stress bawaannya nggak maksimal dalam segala hal. Iye kan? Saya mah jujur orangnya. Wkwk 

Lalu bagaimana solusinnya agar pencernaan anak sehat? Dalam kesempatan itu dr. Ray Basrowi menyarankan agar selalu memberikan asupan gizi yang seimbang dan menyertakan probiotik, karena bakteri baik ini membantu kesehatan saluran cerna, sehingga penyerapan makanan menjadi optimal. Nyatanya tidak hanya menjaga kesehatan pencernaan, probiotik terbukti mencegah berbagai penyakit, seperti kolik dan diare. Secara alami pemberian probiotik bisa didapatkan dari makanan fermentasi seperti tempe. 

Lactobacillus reuteri termasuk salah satu jenis probiotik yang paling banyak digunakan karena telah teruji secara klinis dan aman. NestlĂ© LACTOGROW merupakan susu pertumbuhan dengan HAPPYNUTRI  yang mengandung 12 vitamin, 7 mineral, kalsium, minyak ikan, omega 3&6 dan Lactobacillus Reuteri dan aman dikonsumsi anak usia satu tahun ke atas.

Btw, sesuai rekomendasi WHO, pemberian ASI Ekslusif hingga bayi berusia 6 bulan dan lanjutkan selama mungkin. Susu pertumbuhan diformulasikan untuk memenuhi nutrisi yang diperlukan oleh anak diatas usia 1 tahun dan tidak diberikan untuk bayi. Baca label sebelum membeli.

Dan yang perlu dicatat adalah, susu tidak boleh dan bukan asupan utama untuk anak kita. Asupan utamanya adalah makanan sehat dan bergizi. Agar tidak mengganggu jumlah asupan makanannya jangan memberikan susu menjelang jam makan utamanya.



Lalu bagaimana jika kesehatan fisiknya sudah optimal? Apakah kewajiban kita sebagai orang tua sudah cukup? Eh ternyata tidak pemirsa. Kalian pastinya nggak asing dengan pribahasa ini kan? Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. 

Nah setelah memastikan tubuhnya sehat, kita juga harus menyeimbangkan kesehatan jiwa anak kita dengan pola asuh yang tepat. Karenanya penting bagi kita sebagai orang tua untuk mematangkan emosi si kecil dengan latihan berperilaku positif. Setidaknya dengan membiasakan konsep “Tolong, Maaf, dan Terimakasih”. 


Pelajaran Kedua: Peran Orang Tua dalam Mendukung Kebahagiaan Anak


Psikolog, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi mengatakan bahwa anak yang bahagia sangat dipengaruhi oleh tingkat kebahagiaan seorang ibu. Lalu beliau meminta kami ucapkan mantra dan meresapinya….“Saya adalah ibu yang bahagia 3x”. Karena ternyata jika faktor kebahagiaan seorang ibu sudah terpenuhi maka ia bisa fokus untuk membuat  keluarga dan anaknya bahagia. 


Pertanyaannya, Kenapa membuat anak bahagia itu penting banget sih? 
Jawabannya, karena anak yang bahagia akan berpengaruh terhadap kecerdasan sosial dan emosionalnya serta memilki dampak yang cukup signifikan ketika mereka beranjak dewasa. Baik keberhasilan pendidikan ataupun kesuksesan karirnya.

Selain itu dampaknya anak memiliki kesadaran  diri dan manajemen diri yang lebih baik, kesadaran sosial dan rasa empati terhadap sesama, dan pandai dalam mengambil keputusan. Hal ini merupakan bekal yang sangat penting bagi masa depan setiap orang. Jadi tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak membuat anak-anak kita bahagia, mengukir senyumnya, dan membuat kenangan indah untuknya setiap hari. 

Lalu setelah tahu alasan mengapa anak harus bahagia, bagaimana membesarkan anak agar tumbuh bahagia:



  1. Makan bergizi dan tapat waktu. Pastikan kondisi dasarnya berjalan dengan baik. Pola makan, pola tidur, harus dibetulkan. Contohnya anak yang berangkat sekolah dan tidak sarapan ia tidak akan bisa konsentrasi dengan kegiatan belajar di sekolah. Anak gelisah karena lapar. 
  2. Waktu bermain dan eksplorasi.
  3. Ekspresi emosi positif, baik dari anak maupun orang-orang di sekitarnya. Anak sering diajak tersenyum, sering dipeluk, dan tanamkan rasa syukur. 
  4. Pola tidur yang teratur dan cukup.
  5. Berikan cinta tanpa syarat. Hati-hati dengan kalimat mengancam.
  6. Antusias saat mendengar. Pancing anak untuk cerita, tidak dengan bertanya tapi dimulai dengan kita bercerta terlebih dahulu.
Pada dasarnya bagian otak anak yang digunakan untuk berpikir belum selesai. Atau belum optimal. Karenanya selama belum optimal semua perilaku anak dikendalikan oleh emosi. Namun bisa diarahkan dan diredam dengan cara kita memahami emosi si anak, dengarkan maunya apa. 

Akhir kata setiap orang memiliki konsep bahagianya sendiri. Tapi setiap ibu punya tugas untuk membuat anaknya bahagia. Karena dengan bahagia, maka secara tidak langsung kita telah membantu komposisi otak besarnya (hippocampus) lebih besar sekitar 10%. Dengan begitu potensi kecerdasannya bisa lebih optimal. Baik itu kecerdasan Intelegensi, maupun kecerdasan emosionalnya. 

10 komentar:

  1. Benet bnget,, karena apa yg dikonsumsi kidos merupakan faktor tumbuh kmbangmya yg tentunya berkaitan bngt dg masalh pncernaan klo sehat psti k anakny jd nyaman

    BalasHapus
  2. Menyenangkan sekaliiii kalo bisa mereguk ilmu parenting dan nutrisi plus bonus dapat menu buka puasa juga ye kaann hehehehe

    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  3. aku belum pernah coba kasi susu ini ke anakku, cocok ga ya. kalau bagus boleh juga dicoba

    BalasHapus
  4. Semoga kita bisa membuat anak2 bahagia dengan cara yang membahagiakan juga ya..

    BalasHapus
  5. Aku jadi ikutan bilang “Saya adalah ibu yang bahagia".
    Semoga anak-anak tumbuh jadi anak-anak yang sehat dan bahagia.

    BalasHapus
  6. Bukan cuma anak ya mbak bahka orang dewasapun kalau pencernaan terganggu itu bisa pengaruh ke kesehatan organ tubuh lainnya

    BalasHapus
  7. Seorang Ibu memang harus bahagia karena ibu akan merawat anaknya untuk tumbuh jadi anak-anak yang sehat dan bahagia

    BalasHapus
  8. Lactogrow ya? Anakku kyknya pernah minum jg, waktu itu dapat sample dari mbak2 di supermarket ��
    Emang yang namanya pencernaan itu krusial banget ya. Soalnya kalau dah bermasalah ngaru ke yang lain2. Makanya anak2 kudu dijaga bener kesehatan pencernaannya.

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah ilmunya bermanfaat juga kalau dishare dan dibaca org lain. Makasih ya mba.

    BalasHapus
  10. Seru yah acaranya. Nestle kalo bikin kegiatan selain seru juga informatif. Jadi tahu nih gimana caranya handle anak yang rungsing ��

    BalasHapus