Senin, 26 Juli 2010

Bunga itu mimpi

EitssS…. Sebelum membaca ini, berjanjilah untuk tidak berpikir yang macam – macam yaauuhh.. ^_~

Beberapa hari terakhir ini ada sesuatu yang mengusik pikiran Bunga. Hal ini disebabkan oleh sosok seorang kumbang yang sudah tiga malam ini membuana dalam tidurnya. Seseorang yang sebenarnya tak begitu dikenal oleh Bunga. Bunaga hanya mengenal nama kumbang tersebut, sedangkan hal lain yang bersangkutan dengan kumbang tersebut Bunga tak begitu yakin untuk mengakuinya karena sebelumnya Bunga tidak pernah bertatap muka dengan sang kumbang.

“Duh Mimpi, wahai Tidur,, dimana kiranya kalian. Ku butuh kalian untuk mengurai isi hati ku”, pinta Bunga pada kedua temannya.

Tidur : Ada apa bunga?, apa yang telah mengusik hatimu?.

Mimpi : Ya Bunga, katakanlah, Apapun itu.

Bunga : Ada seorang kumbang yang tiga malam terakhir ini menjelma dalam
tidur ku.
Pada malam pertama tak begitu jelas apa yang diperbuat dan
diinginkannya.
Begitu juga pada malam ke-dua. Lalu tadi malam dia datang lagi, dan kali ini semuanya sangat jelas.

Mimpi : Maksud kamu jelas yang seperti apa?, mungkin aku bisa membantu
menterjemahhkannya.

Bunga : Dalam mimpi itu dia menginginkan aku. Sedang aku pada awalnya tak begitu yakin kalau aku juga menginginkannya. Tapi, setelah aku meng – iya – kannya, dia malah mendatangi Bunga lain. Dan ternyata mereka telah terikat.
Semburat makna yang ku tangkap dari desah nafasnya, aku yakin itu cinta. Bunga itu sangat menginginkan kumbang ku. Sedang pada kumbang ku, aku melihat kebimbangan yang sebelumnya tidak pernah kulihat atasnya. Disatu sisi aku melihat ketegasan seorang Kumbang. Namun di sisi lain aku tidak bisa menghilangkan tanya atas kebimbangan yang dia tunjukkan.

Dan akhirnya ku temukan jawaban. Bimbangnya kumbang ku atas Bunganya terdahulu karena sesungguhnya ikatan keduanya merupakan sebuah keterpaksaan.
Duhhh… Mimpi dan Tidur. Aku merasa tidak rela waktu dia melepas genggaman ku. Dia bilang akan menuntaskan kewajiban atas Bunganya itu. Aku hanya bisa diam karena aku tidak bisa mencegahnya pergi. Mimpi pun berakhir bersamaan dengan perginya.
Apa yang harus aku lakukan, tanya Bunga.

Mimpi : Bunga, kenapa kamu harus memikirkan hal itu, sebab semuanya hanyalah mimpi dan bukan kenyataan.

Tidur : Benar Bunga, mimpi itu hanyalah bunga tidur.

Bunga: Hei Mimpi, bukannya tadi kamu bilang bisa menterjemahkan mimpi?.

Mimpi : hohhoo.. Bunga, tadi aku hanya bercanda, agar kamu mau menceritakan isi hati mu. heehhe
Dan bagaimana mungkin aku bisa menterjemahkan mimpi sedang mimpi itu adalah aku.

Bunga : hmmm
Dan kamu berhasil mengelabui ku, ucap Bunga sambil tersenyum malu.

Tidur : Sudahlah, tidak usah diperdebatkan. Bunga, mimpi tersebut tidak perlu terlalu dipikirkan, sebab semua itu hanyalah bunga tidur.

Bungapun beranjak tidur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar