Selasa, 14 November 2017

Jembatan Cinta Tarumajaya, Alternatif Wisata Alam Untuk Warga Bekasi dan Sekitarnya



Halo! Salam sayang dari calon warga tetap Bekasi. Hahha

Ngomongin Bekasi, hal pertama yang diingat pasti masalah macet. Padahal di daerah lain gak kalah macetnya bahkan mungkin lebih macet. Yalah, Bekasi macet itu harusnya bisa dimaklumi. Sebab Bekasi itu daerah industri. Pabrik di mana-mana. Hal positifnya, di Bekasi ribuan bahkan jutaan orang menggantungkan hidupnya. Jadi stop ngomongin yang jelek-jelek tentang Bekasi, yak. Wkwk
Dari pada capek ngomongin macet, mending melipir ke Bekasi bagian Utara deh. Di sana ternyata ada kawasan wisata mangrove.

Wisata mangrove ini mulai hits tahun lalu lewat media sosial seperti ig dan facebook. Biasalah kids jaman now, apa-apa dishare ke media sosial. Tapi untungnya kali ini berdampak positif dong ya.
Nah kebetulan banget, sebagai orang yang doyan dolan, pastinya saya senang banget mendengar ada tempat wisata alam semacam ini di Bekasi. Jadi langsung deh saya cari-cari informasi mengenai tempat ini. terutama akses menuju ke sana.


Sekilas Tentang Jembatan Cinta Tarumajaya Bekasi

Memang ada banyak Jembatan Cinta di Indonesia. Tapi Jembatan yang ada di Tarumaja Bekasi ini dinamai oleh warga sekitar dengan jembatan cinta karena kebanyakan yang datang berwisata merupakan pasangan muda-mudi.

Konon jembatan yang memiliki panjang hingga 230 meter ini, jaraknya sekitar 50km dari pusat Pemerintahan Kabupaten Bekasi. Secara geografis jaraknya lebih dekat ke Jakarta Utara yang berjarak sekitar 30 meter. 


Jembatan ini dibangun oleh Kementerian Kemaritiman dan Perikanan (KKP) di akhir tahun 2015, dan ditujukan untuk Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Kabupaten Bekasi. Ditujukan untuk konservasi mangrove serta edukasi. Nah biasanya kan lokasi konservasi itu berbentuk rawa-rawa, jadi jembatan ini bertujuan agar memudahkan menuju lokasi penanaman bagi penanam mangrove. 



Kawasan ini menyatu dengan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Paljaya Kabupaten Bekasi yang luasnya mecapai 7,4 Hektar dibawah naungan Dinas Periakana dan Keluatan Kabubaten Bekasi.


Akses Menuju Jembatan Cinta Tarumajaya Bekasi.


Sudah jadi kebiasaan bagi saya, sebelum mengunjungi suatu tempat, biasanya saya terlebih dulu melakukan bebagai riset kecil-kecilan. Mulai dari mencari tahu apa saja sih yang ada di sana, bagaimana saya bisa sampai ke sana. Naik apa turun dimana. Ya, ini penting bagi saya. Biarlah saya dikatain rempong, dari pada ntarnya nyasar atau disasarin, kan repot yak.

Nah, dari informasi yang saya kumpulkan ternyata akses menuju ke sana cukup berliku dan belum tersedianya penunjuk jalan. Untuk bisa sampai ke lokasi wisata ini belum ada transportasi umum untuk ke sana. Jadi mesti naik kendaraan pribadi seperti motor atau mobil. 

Berhubung saya dan suami tidak terlalu familiar dengan lokasi wisata ini, kami akhirnya mengandalkan google maps. Yang satu nyetirin (motor), satunya lagi mantengin google maps sembari membari aba-aba. Ketika mentok atau ragu, ya tinggal gunakan the power of tanya-tanya sama warga yang ditemui di pinggir jalan.

Kata kunci yang kami digunakan untuk google maps waktu itu adalah PLGTU Muara Tawar. Jangan khawatir, karena maps yang disajikan cukup akurat. Nah kalau udah ketemu PLGTU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap) Muara Tawar dengan cerobong strip merah-putih, tinggal lurus aja sampai ketemu Crematorium Nirwana yang terletak di sebelah kiri. Dari sini udah keliatan deh, karena tidak jauh dari situ ada warga yang menjaga palang pintu masuk menuju Jembatan Cinta yang dimaksud.


Alternatif lain untuk menuju Jembatan Cinta Tarumajaya ini bagi yang tidak membawa kendaraan sendiri, naik apapun dari lokasi awal, lanjut dengan naik ojek.
Misal:
1.Dari Stasiun Tanjung Priuk :
Turun dari kereta lanjut naik metro mini U23 jurusan Tanjung Priok-Cilincing, atau feeder busway Tanjung priok - Rusun Marunda, turun di Cilincing.
Dari Cilincing lanjut naik angkot KWK merah U05 jurusan Cilincing - Bulak Turi, lalu lanjut n aik ojek sekitar 15 menit.

2.Stasiun/Terminal Bekasi
Kalau kamu dari terminal, tinggal naik angkot Koasi K15A.
Sedangkan jika dari stasiun untuk bisa sampai ke jembatan Cinta Tarumajaya ini, kita harus jalan ke perlintasan kereta, dari sini naik angkot Koasi Coklat K15A sampai pasar bojong lama.

Selanjutnya perjalanan diteruskan dengan naik ojek dengan jarak tempuh sekitar 10 menit.[via ulasan google]

Ini Alasan Kenapa Kamu Gak Bakal Rugi Mengunjungi Jembatan Cinta Tarumajaya Bekasi


Bagaimana? Sudah lelah menempuh perjalanan yang berliku menuju lokasi? Hahha.. Tapi ya cukup wort it sih dengan view yang bisa kita saksikan.

Ini alasannya:
1.Gratis.
Iya, gratis. Kita hanya dimintai biaya parkir. Untuk parkir motor dikenai biaya Rp 5.000,- sedangkan untuk mobil dekenai biaya parkir sebesar Rp 10.000,-. Dan ini gak pake jam-jaman. Pokoknya segitu aja sampai kita puas, dari pagi sampe malam kek.

2.Wisata Alam Tanpa Keluar Kota
Ya, kan, dari pada jauh-jauh keluar kota apalagi buat yang liburnya Cuma hari minggu doang macam kita. Yaudah cari yang deket aja. Lumayanlah untuk refreshing sejenak.
Di sini, selain menikmati panorama hutan mangrove, kita juga bisa berwisata air, mengunjungi kampung nelayan plus beli ikan buat bakar-bakar. 

3.Foto Ciamik
Zaman sudah berubah, Kaks. Sekarang mah apa-apa mesti diabadikan lewat bidikan kamera. Bawa deh kamera mirrorless terbaik yang kamu punya. Lumayanlah buat update instagram biar kecean dikit. Atau kalau lagi rajin bisa buat nambah-nambah konten di blog. Atau kalau kemampuan video editingnya mayan oke, bisa update di youtube. Kids jaman now banget dah. Hahah.

Adanya jembatan di kawasan ini sangat membantu membuat foto jadi lebih keren. Apalagi pas foto di bagian yang lebih tinggi, hamparan panorama hutan mangrove dan laut lepas pun terlihat di kejauhan. Jika lelah menyusuri jembatan, kita bisa beristirahat di gazebo yang disedikan di tengah-tengah area konservasi ini.


Di satu sisi kita juga bisa melihat  cerobong yang menjulang milik PLGTU dengan warna catnya yang lumayan kontras. Lalu lalang perahu nelayan yang mengantarkan pengunjung mengelilingi kawasan tersebut.

Oya, bagi yang mau naik perahu ini, kita dikenai biaya di kisaran Rp 10.000, - Rp 15.000,. Biaya yang sepadan dengan jarak yang ditempuh. Nah buat yang mau berwisata kayuh angsa di sekitar jembatan, kita dikenai biaya sewa sebebsar Rp 20.000,- saja. 



Sayangnya wisata ini belum dikelola secara resmi sebagai kawasan ekowisata. Semuanya masih dikelola secara swasembada oleh penduduk sekitar. Jadi jangan harap ada kamera CCTV (IP Camera) di sekitar lokasi. Padahal harga ip camera itu lumayan terjangkau. Sepadan dengan rasa aman yang diperoleh pengunjung, terlebih jika ada kejadian yang tidak diinginkan. Misal ban sepeda motor tiba-tiba hilang satu (bannya aja deh yang hilang, sayang kalau motornya yang hilang.. Hahha) jika itu terjadi bisa diintip lewat ip camera yang terpasang. 

Saran nih, kalau mau ke sini sebaiknya pagi-pagi. Kenapa? Ya biar pepotoannya lebih asik, tanpa "penampakan". Atau kalau memungkin, silahkan berkunjung di hari kerja. Dijamin deh tempat ini serasa milik sendiri.

Jadi, kapan kalian mau ke sini? Menikmati panorama alam gak harus jauh, kan? Ke Bekasi aja...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar