Sabtu, 26 November 2016

(Review Film - Korea) Dont Cry Mommy : Ketika Hukum Tak Berlaku Bagi Pelaku di Bawah Umur


Review Film Korea : Dont Cry Mommy
Review Film Korea : Dont Cry Mommy. Via http://www.koreanfilm.or.kr


Sebenarnya saya tidak sengaja nonton film ini. Cuma karena lagi iseng, buka laptop dan liat folder film. Dan film Korea satu ini ada di urutan paling atas. Berhubung tidak ada kegiatan, dan dari pada bengong, jadilah saya klik film Dont Cry Mommy ini.


Melihat scane pertama, saya pikir film ini akan bercerita tentang perjuangan seorang ibu menjadi single parent. Karena di sana terlihat mantan pasangan suami-istri baru saja usai mengikuti sidang perceraian,mereka sedang melakukan percakapan untuk yang terakhir kalinya secara langsung. 

Scane selanjutnya menunujukkan keseharian dan kedekatan sang ibu dan puterinya yang cantik, pintar dan periang. Memasuki menit ke-10 saya mulai agak curiga arah film ini. Maklum, karena saya tidak punya gambaran apa-apa mengenai film ini sebelumnya, jadi saya hanya bisa menebak-nebak.

Petaka di mulai ketika si anak,  Eun Ah, menaruh hati pada teman sekolahnya. Kebahagiaan dan keceriaan Eun Ah (Nam Bo Ra) berakhir ketika ia diminta JoHan (Dong Ho - ex member UKiss) datang ke atap gedung sekolah seorang diri. Namun sesampainya di atap ternyata JoHan tidak sendiri. Rupanya  ia dan teman satu genknya sudah merencanakan untuk memperkosa Eun Ah. 

Ya, film ini bercerita tentang pelecehan seksual anak di bawah umur. Dan ketika keluarganya menggugat, keadilan itu jauh panggang dari api dengan alasan pelaku masih di bawah umur.
Mirisnya, setelah sidang pengadilan pertama pasca kejadian para pelaku dibebaskan dengan alasan tidak ada bukti, tidak adanya saksi dan dengan alasan masih di bawah umur, si korban diancam. Dengan dalih, video rekaman saat kejadian akan disebar. Sehingga ia disuruh untuk mendatangi suatu tempat dengan janji video akan dihapus. Yang terjadi? Ia “dikerjai” lagi dan lagi. Hingga akhirnya  tak bisa lagi menahan semua tekanan yang dia rasakan dan memutuskan untuk bunuh diri. 

Sebelum Eun-ah mengakhiri hidupnya, ia membelikan kue untuk ibunya yang akan berulang tahun beberapa hari lagi. Kue itu ditemukan sang ibu setelah pemakaman, di dalam kulkas. Dengan tulisan “Dont Cry Mommy.” Seolah berpesan agar ibunya tidak usah menangisi kepergiannya. Tapi ibu mana sih yang sanggup nggak nangis ketika anak perempuannya dilecehkan dan tidak mendapat keadilan, yang berujung kematian? Ibu mana yang tahan berdiam diri melihat fakta yang sedemikian mengiris hati seperti ini.

Berdasarkan Realita

Film ini diangkat berdasarkan realita yang terjadi di Korea selatan sebagaimana fakta berikut:


Ngerinya kejadian serupa juga banyak di sekeliling kita, Indonesia. Remaja bahkan masih terbilang kanak-kanak berani memperkosa teman bermainnya yang juga masih ingusan. 

Kalau sudah seperti ini apa yang harus kita lakukan sebagai orang tua, khususnya orang tua korban (orang tua anak perempuan)? Luka fisik mungkin bisa sembuh beberapa hari saja. Tapi luka bathin siapa yang dapat menghapusnya. Noda itu akan selalu ada dan menghantuinya hingga akhir. Akan mempengaruhi pergaulannya, akan menggoncang psikisnya. Mengganggu mentalnya. 

Sedangkan pelaku hanya diberi peringatan, atau paling berat hanya hukuman percobaan yang kebanyakan tak lebih hanya selama 6 bulan. Alasannya? Masih di bawah umur. Ringannya hukuman bagi pelaku tindak asusila di bawah umur ini memicu semakin bertambahnya kasus serupa dari tahun ke tahun.

Alur Cerita

Dari pembukaan cerita sampai pada inti cerita tidak bertele, hanya butuh waktu sekitar 10 menit saja. Hal ini membuat saya sebagai penonton merasa tidak bosan, bahkan dibuat penasaran tentang apa lagi yang akan terjadi di scane berikutnya. 

Para tokoh juga sukses membuat saya menghayati cerita. Gimana geregetannya saya ngeliat muka sok polosnya si Jo Han. Betapa saya merasakan ledakan kepuasan ketika ibu Eun Ah berhasil memberi pelajran kepada para pelaku satu persatu. Haha. Dan sebagai remaja puteri yang merasa kehilangan harapan hidup, serta mental yang hancur, diperankan secara apik oleh Nam Bo Ra (Eun Ah)
Mbuhlah, mungkin naluri emak-emak kali yak. Wkwk 

Dari film ini saya menyadari betapa riskannya jadi perempuan dan memiliki anak perempuan. Karena biar bagaimana pun secara  fisik, perempuan memiliki keterbatasan tenaga ketika ingin melawan.
Semoga kita dan keluarga kita terhindar dari per(ke)lakuan  tak bermoral semacam ini. Luar biasa besarnya tanggung jawab mereka yang bergelar orang tua. Bahwa memiliki anak tidak hanya sebatas melahirkan, membesarkan, dan memberinya makan. Tapi bagaimana kita menjaga pergaulan dan membentuk perilakunya. 





Cast
Yoo Sun as Yoo-lim
Nam Bo-ra as Eun-ah, daughter of Yoo-lim
Shin Dongho as Jo-han, schoolmate of Eun-ah
Yu Oh-seong as police detective
Kwon Hyun-sang as Park Joon
Choi Dae-chul as Yoo-lim's ex-husband

Produksi
KIM Yong-han - Director

KIM Yoon-oh - Producer
KIM YEONG-HWAN - Line Produce
Durasi: 90 menit
Don’t Cry Mommy pertama kali dirilis di Korea Selatan pada tanggal 8 October 2012 di acara Busan International Festival Film dan telah menarik banyak perhatian.
Trailer

3 komentar:

  1. ternyata di Korea juga banyak kasus pelecehan perempuan yak? Bisa ngeri kayak gitu ya? Jangan sampe deh

    BalasHapus
  2. makasih reviewnya mbak,, mau tak cari nih film kayaknya bgus bgt..

    BalasHapus
  3. aku liat trailernya udah krasa bakal seru bgt.. thanks rekomend nya..mau tak cari ntar mbak..

    BalasHapus