Jumat, 27 Januari 2017

Agar Masakan Rumah Tak Jadi Silent Killer



Kita cenderung khawatir dengan makanan atau jajanan di luar rumah. Padahal tanpa sadar, masakan rumah pun bisa jadi the silent killer. Kok bisa?!
Dalam rangka memperingati hari gizi nasional, Minyak goreng Sunco mengadakan kegiatan Simposium dengan tema "Makanan Rumah Silent Killer" pada tanggal 25 Januari 2017 lalu di Auditorium Rumah sakit Pusat Pertamina.


Selektif Memilih Minyak Goreng Yang Baik

Dari simposium tersebut, kami, khususnya saya mendapat banyak pencerahan tentang bahaya yang mengintai kita dari masakan rumah yang disajikan sehari-hari di rumah. Memperbanyak mengkonsumsi makanan rumah tentu sangat dianjurkan. Selain lebih baik dari segi kebersihannya, juga akan mengurangi beban hidup sehari-hari. Lalu bagaimana jika makanan rumah ini ternyata jadi the sillent killer bagi kita dan keluarga tercinta?




Tenang ibu-ibu. Makanan rumah aman asal kita memperhatikan kecukupan gizi dan pemakaian bahan masakan yang sehat. Dalam hal ini penting bagi kita untuk memperhatikan penggunaan minyak goreng, karena sebagian besar makanan kesukaan orang Indonesia itu melalui proses goreng alias berminyak.
Bukan pula berarti makan gorengan itu tidak boleh. Hanya saja, sekali lagi, kita harus memperhatikan penggunaan minyak. Kita harus cerdas memilih minyak goreng yang baik. Yang perlu kita catat, semua minyak goreng tidaklah sama. Karena ada beberapa indikasi yang harus diperhatikan sebagai pertanda bahwa ia termasuk minyak goreng yang baik.


Nah, indikasi bahwa minyak goreng baik itu ada 3:
1. Karakternya seperti air, agak encer, tidak terlalu lengket, dan sedikit menempel di makanan.
2. Tidak mudah beku.
3. Bening.

Hal lain yang perlu diperhatikan agar makanan rumah tidak jadi the silent killer adalah dengan tidak menggunakan minyak goreng berulang kali. Pastikan kita menggunakan #MinyakGorengBaik dan #DikitNempel di makanan.

Minyak goreng harus sudah dibuang jika:
1. Warnanya telah berubah
2. Minyak goreng mengubah aroma
3. Minyak Goreng mengubah rasa makanan.


Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Ibu Mulina Wijaya, Deputy Marketing Manager Sunco. Ibu Mulina melihat masyarakat seringkali menganggap minyak goreng adalah hal yang tidak berbahaya, “Agar terhindar dari penyakit berbahaya, pastikan jangan gunakan minyak secara berulang-ulang. Jika minyak sudah berubah warna akibat sisa makanan, sebaiknya ganti dengan minyak yang baru. Selain itu, hindari penggunaan suhu terlalu panas saat memasak, karena dapat membentuk radikal bebas yang merugikan kesehatan dan merusak kandungan vitamin dalam minyak goreng.”, ujar Mulina.
Kelebihan lemak akan menyebabkan obesitas dan penyakit degeneratif, seperti kanker, penumpukan lemak di hati, dan yang paling populer yaitu jantung koroner. Jadi kandungan lemak yang masuk ke dalam tubuh harus dijaga betul, menggunakan minyak goreng baik yang dikit nempel di makanan sangat baik untuk makanan yang digoreng.

Minyak Diperlukan Dalam Gizi Seimbang

Hadir sebagai salah satu narasumber adalah Dr. Entos Zainal, DCN, SP, MPHM sebagai Sekretaris jenderal PERSAGI. Dr Zainal menjelaskan pentingnya memperhatikan asupan gizi seimbang bahkan sejak seseorang masih dalam kandungan. Dalam hal ini, seorang Ibu harus benar-benar memperhatikan asupan gizinya setiap hari. Karena 1000 hari pertama seseorang merupakan masa yang sangat krusial dalam pertumbuhan seseorang.

Disampaikannya dalam kesempatan tersebut, bahwa Sel syaraf kita itu dibentuk dari protein dan berbagai zat gizi dan hormon. Untuk mampu membelah diri dengan cepat membutuhkan energi yang cukup.

Nah, sumber energi sendiri bisa didapat dari Karkohidrat, Protein dan Lemak, sebagaimana yang ada di gambar:



Sedangkan Gizi memegang peranan sangat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan otak.



Pada dasarnya minyak diperlukan dalam gizi yang seimbang, Lemak/minyak yang terdapat dalam makanan berguna untuk meningkatkan jumlah energi, membantu penyerapan vitamin A,D,E dan K serta menambah lezatnya hidangan. 



Sebagaimana dikatakan sebelumnya, lemak atau dalam hal ini minyak goreng, tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Selain karena membantu meningkatkan energi juga membantu penyerapan beberapa vitamin. Namun, sekali lagi, kita harus selektif memilih minyak goreng yang baik dan menggantinya secara berkala jika minyak itu sudah tidak layak atau sudah rusak.



Gula, Garam, Lemak dan Germas

Dalam simposium ini hadri juga Ibu Theresia Irawati sebagai Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Ibu Theresia mengambil tema tentang Gula, Garam, Lemak dan Germas.


Hal ini mengacu pada gaya hidup masyarakat modern yang terkesan apa-apa maunya instan. Makanan dan minuman maunya yang cepat saji. Penuh gula dan rasa gurih dimana-mana. Diperparah dengan malasnya berolahraga. Tidak heran jika dalam kurun waktu 30 tahun terakhir ini, pola penyakit yang berkembang dan tersebar di masyrakat adalah penyakit tidak menular (PTM). 

Jika pada tahun 1990-an, pola penyakit yang tersebar adalah penyakit menular. Seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas, Tuberkulosis, dan Diare. Namun kini penyakit yang berkembang yang justru sangat mematikan adalah penyakit tidak menular seperti Tekanan Darah Tinggi, Stroke, Jantung, Kanker, dan Kencing Manis.





Tingginya perkembangan PTM ini disebabkan karena:
Kurang Aktivitas Fisik
Kurang Konsumsi Buah dan Sayuran
Minum Alkohol
Merokok
Buang Air Besar Sembarangan


Selain mengurangi faktor risiko pencetus PTM seperti yang tertulis di atas, Kemenkes kini sedang menggalakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).






Hindari Berbagai Penyakit Dengan Gaya Hidup Sehat

Ibu Tirta Prawita Sari menyampaikan hal yang senada dengan apa yang disampaikan oleh Ibu Theresia. 

Bahwa kehidupan kita berevolusi. Hingga kita sampai pada gaya hidup yang buruk, stres, kurang beraktivitas, dan diet yang salah. Dan hal ini tidak hanya jadi masalah di Indonesia saja, melainkan seluruh dunia. Hal ini besar pengaruhnya terhadap timbulnya berbagai macam Penyakit Tidak Menular di masyarakat. 




Pola makan yang serba instant menjadi pemicu utama timbulnya berbagai keluhan penyakit tidak menular. Demikian juga dengan tingginya konsumsi lemak trans dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari.




 ***

Christian Sugiono juga hadir sebagai salah satu narasumber, dan berbagi tentang rahasia hidup sehatnya bersama keluarga. Selain menerapkan gaya hidup sehat, Tian juga menceritakan bagaimana istrinya(Titi Kamal) begitu selektif dalam memilih minyak goreng yang baik untuk keluarganya. Dengan memperhatikan betul indikasi, Minyak Goreng Baik Dikit Nempel di Makanan. Dan itu mereka temukan pada MinyakGoreng Sunco. Selain itu penting untuk memperhatikan bahwa masakan yang kita olah di rumah menggunakan resep sehat.


Dari 5 orang narasumber yang hadir, pada dasarnya menekankan pada pola hidup yang sehat. Konsusmsi makanan yang bergizi seimbang dan olahraga. Selain itu penting banget yang namanya ngurangin asupan gula, garam dan lemak. Bukan tidak bolah ya. Hanya dikurangi. Sesuaikan dengan angka kecukupan/kebutuhan harian saja. Dalam hal penggunaan minyak goreng kita harus benar-benar jeli, mana minyak goreng yang baik dan tidak baik
Hal ini efektif untuk menghindari masakan rumah agar tidak jadi the silent killer, ya bu ibuu.. Salam Sehat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar