Rabu, 18 Januari 2017

Indonesia Sehat dengan GERMAS Bersama Kemenkes RI



Pernah dengar istilah "Ketika sakit, sehat menjadi sangat mahal dan berarti".
Ini 100% benar. Tapi kita bisa membuatnya mudah dan murah dengan menerapkan pola hidup sehat sedini mungkin. 


Saat ini, Indonesia tengah menghadapi tantangan serius berupa beban ganda penyakit. Perubahan gaya hidup masyarakat ditengarai menjadi salah satu penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit (transisi epidemiologi) dalam 30 tahun terakhir. Pada era 1990-an, penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), Tuberkulosis (TBC), dan Diare. Namun sejak 2010, penyakit tidak menular (PTM) seperti Stroke, Jantung, dan Kencing manis memiliki proposi lebih besar di pelayanan kesehatan. Pergeseran pola penyakit ini mengakibatkan beban pada pembiayaan kesehatan negara.



Sumber daya yang dibutuhkan untuk mengobati PTM selain membutuhkan biaya tinggi juga membutuhkan waktu yang panjang, ujar Ibu Nila selaku Menkes RI.
Hasil pembangunan kesehatan cukup menggembirakan, namun terobosan atau kebijakan baru dalam akselerasi program mutlak dibutuhkan. Terobosan tersebut salah satunya melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Program Keluarga Sehat melalui pendekatan keluarga.

Menimbang hal tersebut, pada 13 Januari lalu Kemenkes RI mengundang Blogger dari beberapa komunitas untuk ngobrol santai tentang kesehatan. Terutama membincangkan tentang GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) ini.



Ternyata GERMAS sudah diperkenalkan sejak bulan April 2016 lalu dan diluncurkan pada peringatan hari kesehatan Nasional bulan Nopember 2016.

GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu:
1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari,
2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan
3) Memeriksakan kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali sebagai upaya deteksi dini penyakit. 




Memang terlihat gampang ya. Tapi pada prakteknya ternyata susah banget. Perlu pembiasaan dan kesadaran diri secara utuh. Saya sendiri untuk aktivitas fisik selama hamil ini lumayanlah. Jalan santai, tapi nggak pernah ngitung berapa lama. Nah kalau untuk sayuran, mudah-mudahan sudah tercukupi. Sedangkan untuk pemeriksaan kesehatan secara berkala, belum terlaksana. Semoga saya segera sadar yaaa..#dudududu



GERMAS sendiri bertujuan untuk:


Menurunkan beban penyakit;
Menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk;
dan Menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan.







Sejak dicanangkan, hingga sekarang Kemenkes secara aktif memperkenalkan gerakan ini. Kemenkes ingin masyarakat menyadari betul pentingnya menjaga kesehatan. Di Kemenkes sendiri menyediakan sarana olahraga setiap hari jumat. Seperti senam bersama, pingpong dan lain sebagainya. Kadang diadakan pengecekan kesehatan secara gratis. Nah untuk fasilitas fitnes sebenarnya juga ada, hanya saja untuk saat ini peruntukannya dikhususkan bagi pegawai Kemenkes saja.


Salah satu sarana olahraga

Siapa saja boleh ikut, tidak sebatas pegawai Kemenkes

Cek Kesehatan
Usai berolahraga kita bisa belanja keperluan makanan sehat yang ada di bazar di sekitar halaman Kemnkes. Seperti buah-buahan dan sayuran segar. Harganya juga termasuk terjangkau.
Suksesnya GERMAS tidak hanya tanggungjawab Kemenkes saja. Melainkan semua pihak di semua lini masyarakat. Dan diharapkan munculnya Agent Of Change di setiap lingkungan. Siapa saja yang bisa jadi Agent of change? Semua orang. Karena sekali lagi, kegiatan ini merupakan tanggung jawab bersama. Kemenkes selaku badan negara, memfasilitasi dan menginisiasi kegiatan ini demi terciptanya masyarakat yang sehat. 


Blogger, Agent of change. Photo bersama ibu mentri
Siap jadi agent of change? Siap jadi bagian masyarakat yang sehat? Yuk, ah! Kita terapkan pola hidup sehat dari sekarang. Ajak keluarga dan tetangga juga, agar mereka dapat menikmati hidup sehat dan jauh dari penyakit. Salam sehat!



Referensi: depkes.go.id dan media kit yang dibagikan saat acara. (photo : Dokumen pribadi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar