Kamis, 07 November 2019

Ngaji - Hari Pertama




Pertanggal 6 kemarin Rayhan genap 2,5 tahun.
Dan ini hari pertama kali dia ngaji. Sebenarnya dia merengek minta "sekolah ngaji" sejak beberapa minggu lalu.


Kemarin akhirnya saya minta izin ke ibu guru. Dan tentu saja ibu guru mempersilahkan dengan tangan terbuka. Mengingat usianya yang belum matang, saya mohon pemakluman dari ibu guru jika tingkat kehadirannya mungkin tidak bisa full.

Salah satu kendalanya adalah masalah jam tidur siangnya. Tidak menentu. Kadang jam 1 baru beranjak tidur, bisa-bisa jam 4 dia baru bangun. Masalah jam makan mungkin masih bisa digeser. Toh jam makannya juga tidak terlalu saklek juga. Malah kadang malam baru makan.

Exited

Setelah selesai mengenai perizinan, saya langsung memberi tahu Rayhan, bahwa mulai besok dia sudah boleh ikut ngaji.

Tadi pagi saya kembali mengingatkan. Dan sounding, minga tolong - tidurnya jangan siang-siang. Takut bangunnya kesorean. Kan kalau kesorean kita telat, udah gak bisa ikut ngaji.

Dianya, iya-iya aja. Loncat-loncat kegirangan. "Yey..Han mau ngajiiii", lengkap dengan mata yang berbinar. Saya jadi haru, dan ikut semangat.

Tidak sampai di teriak-teriak kegirangan, baju koko yang sejatinya dipakai sore - untuk ngaji, malah dia pakai sejak pagi. Alhasil bajunya kotor - kena ompol.
Yasudahlah. Ngajinya pakai baju panjang yang ada saja.

Dan, masih berlanjut nih. Dia yang saya sounding agar tidur tidak terlalu siang, jam 10 mulai gelendotan sama saya. Pertanda sudah ngantuk. Tidak lama kemudian diapun terlelap.

Sayangnya ketika hendak saya tinggalkan dia malah terbangun. Terbangun karena hendak ditinggal. Dan karena ompol. Addoohh..
Sebentar sekali tidurnya. Kalau ditotal, rasanya hanya 30 menit.  Saya rayu bagaimanapun, tetap dia nggak mau tidur lagi.

Saya hanya khawatir dia tertidur menjelang jam berangkat.
Untungnya kekhawatiran saya tidak beralasan. Sebaliknya, dia tetap terlihat bersemangat.

Pelajaran

Seperti pelajaran di TPA pada umumnya. Tadi Rayhan diajak mengenal huruf, dengan mewarnai. Menghafal doa-doa, surat-surat pendek.

Berhubung anak seusia rayhan masih terbilang labil, moody dan sebangsanya, maka saya tidak membuat target apa-apa. Mengalir saja.

Toh tujuan utama saya memasukkannya ke TPA adalah untuk mengasah kecerdasan sosialnya. Karena jujur saja, Rayhan agak kurang dalam masalah ini. Anaknya rada pemalu. Besar kemungkinan ini dipengaruhi oleh kami orangtuanya. Yang memang rada kurang supel dalam pergaulan.

Namun, saya sangat berharap kelak pergaulannya bisa lebih luas. Saya sudah merasakan dampak negatif tidak pandai dalam bersosialisasi. Dianggap sombong hingga tak dianggap ada.

Doakan Rayhan, ya teman-teman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar