Sepenggal Kisah di Balik Nama Blog

Assalamulaikum teman-teman… Alhamdulillah kita masih dipertemukan dengan ramadan tahun ini ya.. Dan mudah-mudahan selama menjalani puasa kita tidak hanya memperoleh haus dan lapar saja, melainkan hikmah. Aamiin.. 

Kali ini saya mau cerita sepenggal kisah di balik nama blog ini. Terimakasih kepada Blogger Perempuan Network (BPN) yang sudah mengadakan challenge ini. Jujur saya sudah lama tidak ikut tantangan-tantangan seperti ini. Setelah sekian lama membiarkan blog ini teronggok seperti tak punya pemilik, semoga tantangan kali ini dapat saya selesaikan sampai akhir. Walaupun saat ini lagi hamil. Tapi tetap Oohhyeee.. Semangat!



Jadi kenapa blog ini saya namai Azzuralhi?

Ceritanya, bermula pada suatu hari ketika saya masih duduk di bangku SMA. Hari itu saya dan teman-teman naik angkot untuk pergi ke suatu tempat. Secara tidak langsung mata saya tertuju pada nama sebuah toko, Azzura namanya.  Dan saya langsung jatuh hati. Padahal waktu itu saya tidak tahu artinya. 

Sepenggal kata itu terus terngiang hingga bertahun-tahun kemudian. Selain itu, Azzura juga sering saya coretkan dalam buku harian. Iya, zaman sekolah dulu saya cukup rajin menulis buku harian. Corat-coret tulisan yang saya anggap adalah cerita pendek. Terkadang juga puisi. Di akhir tulisan itu saya tuliskan sebentuk nama, yang saya anggap adalah nama pena. 

Dulu saya sempat membuat beberapa nama pena. Saya ambil dari nama-nama penulis yang saya baca bukunya. Atau nama-nama yang menurut saya menarik. Seiring berjalannya waktu saya akhirnya memutuskan satu nama yang akan secara konsisten saya pakai. 

Azzura Lhi. Azzura dari nama toko yang saya lihat semasa SMA, belakangan saya tahu artinya adalah langit biru. Kebetulan saya suka langit, dan saya suka warna biru. Dan Lhi merupakan pelesetan nama asli saya, Lili. 

Setelah merantau lebih jauh, lalu mengenal media sosial, saya semakin yakin untuk tidak menggunakan nama asli. Alasannya sederhana sekaligus rumit. Hahha.. 


Alasan Menggunakan Nama Azzura Lhi

Pertama, saya tidak ingin dikenali oleh orang-orang yang saya kenal. Semacam ingin punya kehidupan baru, begitu. Saya ingin melakukan apapun tanpa merasa tidak enak hati, tanpa merasa tertekan, dan dihakimi. Padahal yang saya lakukan, bagikan, dan tuliskan bukan hal-hal aneh. Semuanya lurus dan tidak ada yang melanggar norma. Entah, mungkin saya hanya ingin menjauh, dan perlahan membasuh luka. Luka yang tidak benar-benar saya sadari sebagai luka. Ribet yaaa bahasanyaa… maaf.. 

Kedua, saya bukan tipe orang yang suka “tampil”. Jadi dengan menggunakan nama pena saya berniat menutup jati diri saya. Orang-orang tidak perlu tahu siapa saya. Misterius itu keren, begitu pikir saya waktu itu. 

Tapi seiring berjalannya waktu, kedua alasan itu ambyar dengan sendirinya. Akhirnya saudara-saudara saya tahu siapa itu Azzura Lhi. Begitu pun orang-orang yang baru saya kenal. Mungkin karena saya tidak konsisten. Karena ternyata menulis dan membuat ulasan tanpa menampilkan “saya” itu susah. 

Terlebih sekarang blog maupun media sosial saya bukan lagi hanya sebatas ajang senang-senang dan pamer semata, melainkan media untuk mempertahankan rekening agar tetap terisi. Wkwk 

Seperti itu ceritanya. Btw, kok seru ya nulis ngalor-ngidul seperti ini. Tanpa beban. Jadi rasanya lepaasss..bebaass.. Terimakasih sudah mampir, dan berkenan membaca kisah singkat ini. Salam… 


Tidak ada komentar

Harap tinggalkan komentar yang relevan ya teman-teman^^