Pekerja Lepas Juga Bisa Pensiun Bahagia dan Sejahtera

Pensiun Bahagia dan Sejahtera


Pensiun bahagia dan sejahtera bisa dimiliki oleh siapa saja, apapun profesinya. Apakah pekerja tetap atau pekerja lepas (feelancer). Yang jelas harus disiapkan sedini mungkin. Tidak menutup kemungkinan ada orang yang pensiun dini karena sudah menyiapkan dananya sejak jauh hari, memaksimalkan usia produktifnya. Entah dengan berbagai investasi atau usaha-usaha yang menjanjikan.

Terlebih kita kini hidup di era digital, dimana setiap orang dapat menciptakan peluang dan panggungnya masing-masing. Sebut saja Influencer. 

Siapa yang tidak tahu Atta Halilintar, Ria Ricis, Rachel Venya, atau Awkarin. Mereka semua dikenal banyak orang lewat jalur digital. Karena pengaruhnya, mereka mampu meraup puluhan bahkan ratusan juta hanya dengan satu-dua postingan di instagram. 

Bagi yang berjualan, dunia digital mampu menjangkau banyak orang dari berbagai kota bahkan lintas negara. Tinggal kitanya aja nih yang harus pintar menangkap peluang selagi masih muda. 

Bicara tentang usia produktif, rasanya takjub banget melihat beberapa ibu di lingkungan saya yang getol sekali mencari uang tambahan di tengah kesibukannya sebagai ibu dengan beberapa anak balita, buka warung, ada juga yang merangkap sebagai guru mengaji. Jujur membuat saya bertanya-tanya, apakah mereka tidak lelah? Kapan waktu istirahatnya? 

Tapi setelah saya pikir-pikir, masalah lelah jangan ditanya. Pastinya rasa lelah itu ada. Namun usia produktif adalah masa emas yang tidak boleh disia-siakan, dimana tenaga dan waktu masih maksimal. Saya yakin mereka menahan semua lelah serta mengusir rasa malas untuk mencapai impian tertentu. Bisa jadi mereka sedang menyiapkan masa pensiun bahagia dan sejahtera. 

Nah saya yakin nih, siapa pun pasti berharap menjalani usia senjanya dengan damai, tenang dan bahagia.  Bisa ke sana – ke mari tanpa beban, bisa membiayai kebutuhan sehari-hari secara mandiri. Yang paling penting kelak tidak jadi beban bagi anak cucu. 

Memang sih, seorang anak harus berbakti kepada orangtuanya. Tapi tentu harus ada batasannya. Sebagai orangtua kita tidak boleh menodong anak-anak kita dengan dalih “balas budi”. Kelak anak-anak kita akan memiliki kehidupannya masing-masing dengan berbagai tanggungjawab dan kebutuhannya sendiri. Jangan sampai kehidupan anak cucu kita tidak tenang gara-gara kita terror dengan berbagai  tuntutan. Kalau begitu apa bisa disebut pensiun bahagia dan sejahtera? Yang ada malah jadi pensiun yang runyam. 

Pensiun adalah fase yang tidak bisa dielakkan oleh setiap orang. Fase di mana kita memasuki usia yang tak lagi produktif. Fisik tak lagi bugar. Pengahasilan rutin setiap bulan terhenti.  Terlebih ternyata setelah pensiun ada banyak dinamika dan perubahan-perubahan yang harus dihadapi. Tidak lagi mendapat penghasilan rutin setiap bulan sedikit banyak akan berpengaruh terhadap keuangan kita selanjutnya. Karenanya merencanakan serta mempersiapkan masa pensiun mesti kita lakukan sejak dini. Meski masa itu masih lama, tidak ada salahnya, mumpung kini masih dalam usia produktif. 


Pensiun Bahagia dan Sejahtera Bisa Disiapkan Sejak Dini dengan Cara Berikut:

1. Jaga Kesehatan Selagi Muda

Kesehatan merupakan modal utama kita agar bisa melakukan apapun, sehingga bisa pensiun bahagia dan sejahtera. Banyak dari kita yang merasa masih muda lalu abai terhadap pola hidup. Padahal justeru karena masih muda makanya harus dijaga. Supaya ketika sudah berumur badan tetap prima. Makanya yuk, mulai dari sekarang harus menjaga gaya hidup, olahraga rutin, pola makan juga harus dijaga. Ini berlaku juga buat saya sih..hohhoo


2. Menabung Secara Rutin

Pasti sering dengar nih istilah “sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit”. Pepatah ini akan tetap berlaku sampai anak cucu cicit dan seterusnya. Kalau dananya ada banyak ya sekalian aja dibanyakin nabungnya. Entah itu berupa saham, property, atau asuransi. Atau sekalian ikut Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Tinggal pilih bank atau perusahaan asuransi yang cocok dengan kita. 

3. Bekerja Lebih Giat Untuk Mendapatkan Tambahan Penghasilan

Banyak hal yang bisa kita maksimalkan di usia produktif. Karena didukung oleh fisik yang masih kuat, pikiran yang berjalan cepat, serta relasi yang terbilang luas.

Untuk menambah penghasilan bisa kita mulai dengan hal-hal yang kita senangi lho. Untuk yang senang masak bisa menjual berbagai menu makanan. Atau yang senang berkebun, bisa menjual berbagai tanaman. Atau pekerjaan-pekerjaan sampingan lainnya, yang penting halal dan berkah. 


4. Tentukan Prioritas

Era digital selain memberikan berbagai kemudahan, ia juga menawarkan berbagai godaan. Salah satunya kita jadi lebih konsumtif. Tanpa sadar kadang kita membeli barang yang kita inginkan, bukan yang benar-benar kita butuhkan. Hal ini bisa saja menimbulkan masalah bagi kesehatan keuangan kita, dimana besar pasak dari pada tiang.


5. Pastikan Untuk Segera Melunasi Hutang 

Saya beberapa kali mendengar orang di sekeliling yang mengatakan “tak ada hutang, tak ada tantangan”. Maksudnya dengan memiliki hutang mereka akan lebih semangat dalam mencari penghasilan. Ada benarnya juga sih. Dengan adanya tekanan hutang ini maka tidak ada alasan untuk bermalas-malasan. 

Tapiiii.. kita tidak tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Balik lagi nih, cermatin lagi prioritasnya. Jangan sampai ngutang sana-sini untuk hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Cuma maunya saja. Kan beban.. 


Rahasia Pensiun Bahagia dan Sejahtera untuk Pekerja Lepas

Apakah pekerja lepas atau freelancer bisa menyiapkan dana pensiun juga? Jangan salah, pekerja lepas juga bisa mempersiapkan dana pensiunnya kok. Memang tantangannya pendapatan yang tidak menentu. Pekerjaan tidak selalu ada. Tapi sekalinya ada pekerjaan, nominalnya bisa saja sangat besar. Karenanya pekerja lepas ini harus lebih bijak dalam mengelola keuangannya. 

Beruntung saya dapat bocoran cara menyiapkan dana pensiun bagi pekerja lepas dalam acara blogger gathering yang diadakan oleh Manulife. 

1. Jaga Pengeluaran agar tetap stabil, 

2. Hitung kebutuhan masa tua

3. Disiplin menyisihkan dana setiap bulan, bila perlu siapkan rekening terpisah

4. Instrumen investasi sesuai profil risiko

5. Ikut serta dalam program dana pensiun individu DPLK Manulife yaitu MiGolden Retirement 

Saya sendiri tidak asing dengan Asuransi Manulife karena sering mendengarnya di kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada lembaga ini.  Untuk program dana pensiun ada #DPLKManulife yang kelak bisa membuat kehidupan kita #Semakinharisemakinbaik. 

Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Manulife Indonesia merupakan badan hukum yang didirikan oleh PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia untuk mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun berdasarkan landasan hukum dana pensiun yaitu Undang-undang Nomor 11 tanggal 20 April 1992 serta peraturan pelaksanaannya. DPLK Manulife Indonesia telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Keuangan, No. KEP-231/KM.17/1994, tanggal 5 Agustus 1994.

Sementara itu, performa DPLK Indonesia tetap bertahan di posisi tertinggi untuk DPLK Multinasional di Indonesia dengan total aset kelolaan DPLK sebesar Rp 21 miliar dan pertumbuhan yang meningkat sebesar 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga akhir 2020, program DPLK Manulife Indonesia diikuti oleh lebih dari 570.000 peserta dan 2.300 perusahaan. 

16 komentar

  1. Iya freelancer yang pendapatannya tidak tentu juga bisa ya punya dana pensiun senang deh bacanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pastinya kak. Intinya pintar2 kita ajaa

      Hapus
  2. Judulnya bikin semangat ini kak, khususnya buat freelancer ya poin 2, 4 dan 5 ini benar banget, ini praktekku kak pas beli rumah tahun 2008. Nah sekarang aku mau praktek langsung prepare dana pensiun biar nggak repotin anak cucu kelak. Mksh tipsnya kak

    BalasHapus
  3. Bener bgt KLO pensiun itu harus bahagia dan tidak menyusahkan orang lain, bisa kok bisa, yuk ah siapkan dana pensiun dari sekarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar banget mba. Harus dari sekarang yaa

      Hapus
  4. Setuju banget dan makasih loh mba tipsnya, langsung deh cuss praktekkin. Kalo bisa sih jangan berharap ke anak untuk masa depan diri sendiri

    BalasHapus
  5. Tips pensiun bahagia dan sejahtera poin non 5 menarik nih. Tapi harus diubah dikit. Bukan lunasi hutang tapi anggap saja punya hutang sehingga makin semangat kerja. Kalau komitmen ambil program dana pensiun kan memang berasa punya hutang yang harus lunas setiap bulannya, dan sampai tua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener juga sih mba. Kadang keberadaan hutang malah bikin semangat ngumpulin cuan ��

      Hapus
  6. Senang ya mbak, karena sekarang sudah ada tabungan DPLK untuk masa pensiun yang cocok buat freelance kayak kita. Jadi nyar kalau sudah tua insya Allah sudah ada tabungan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tepat sekali mba. Semoga impian pensiun bahagia kita tercapai yaaa

      Hapus
  7. Bener banget, Kak. Setiap kita pasti butuh dana pensiun ya. Penting banget soalnya, agar dimasa tua ngga nyusahin anak-anak nantinya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penting bangett mba. Impian banget deh, kelak ga nyusahin anak2

      Hapus
  8. Setuju banget nih mulai dari sekarang buka tabungan pensiun, jaga kesehatan dan lunasi hutang biar tuanya bebas hutang ya pasti lebih tenang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga impian itu tercapai ya mbaa

      Hapus

Harap tinggalkan komentar yang relevan ya teman-teman^^